News
·
15 Agustus 2020 8:27

Wakil Ketua KPK Nawawi Ungkap Fakta Soal Mumtaz Rais di Pesawat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wakil Ketua KPK Nawawi Ungkap Fakta Soal Mumtaz Rais di Pesawat (843)
Nawawi Pomolango dan Mumtaz Rais. Foto: ANTARAFOTO & Instagram Mumtaz Rais
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango buka suara terkait dengan insiden cekcok dirinya dengan Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8). Nawawi menjelaskan penyebab sampai ia ikut menegur Mumtaz saat menggunakan HP di pesawat.
ADVERTISEMENT
Dalam keterangannya, Nawawi menjelaskan bahwa ia tergerak untuk mengingatkan Mumtaz soal penggunaan HP di pesawat karena dirinya duduk di deretan kursi yang sama.
"Bahwa seat saya dengan yang bersangkutan adalah sederet, yang bersangkutan di 6A dan saya 6K, dan tidak ada orang lain lagi dibarisan kursi tersebut," kata Nawawi dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Nawawi membeberkan, bahwa saat itu Mumtaz berkomunikasi dengan HP saat pesawat tengah melakukan isi bahan bakar di bandara Makassar. Nawawi pun menyebut cara komunikasi Mumtaz mengganggu kenyamanan para penumpang lain.
"Cara yang bersangkutan berkomunikasi dengan suara yang keras telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya saya peroleh sebagai sesama penumpang," kata dia.
"Saya ikut mengingatkan yang bersangkutan setelah upaya berulang awak kabin untuk meminta yang bersangkutan berhenti menelepon tidak diindahkan yang bersangkutan," sambungnya.
Wakil Ketua KPK Nawawi Ungkap Fakta Soal Mumtaz Rais di Pesawat (844)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2024 Nawawi Pomolango. Foto: Denita br Matondang/kumparan
Nawawi mengatakan, pada mulanya ia hanya mengingatkan untuk mengikuti peraturan dengan tak menggunakan HP di saat pesawat tengah mengisi bahan bakar. Namun, hal tersebut malah direspons tak pantas.
ADVERTISEMENT
"Kalimat awal yang saya ucapkan untuk ikut mengingatkan yang bersangkutan hanyalah: 'mas, tolong dipatuhi aja aturannya'," cerita Nawawi.
"Tidak pernah ada acara 'maaf-memaafkan' antara yang bersangkutan dengan saya, bahkan yang bersangkutan meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, masih terus mengucapkan kata-kata: 'pahlawan kesiangan'," sambungnya.
Dalam penjelasannya, Nawawi juga mengklarifikasi terkait adanya anggapan cekcok tersebut sudah selesai di pesawat. Hal ini merespons pernyataan Wasekjen PAN Irvan Herman, yang menyebut masalah sudah selesai.
Nawawi membantah ada acara 'maaf-maafan' itu. Bahkan, kata Nawawi, ia sempat menyampaikan ke Mumtaz akan melaporkannya ke pihak berwenang di bandara.
"Saya hanya menyampaikan, saya akan meneruskan urusannya ke pihak berwenang di bandara, jadi yang bersangkutan sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut. Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, yang saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf, tapi yang bersangkutan sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun," ungkap Nawawi.
ADVERTISEMENT