Walkot Risma Ngevlog Ajak Milenial Surabaya Cegah Penyebaran Corona

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ngevlog di media sosial Instagram @banggasurabaya. Pada vlog kali ini, ia mengajak warga Surabaya khususnya milenial ikut berpartisipasi mencegah penyebaran virus corona.
“Hai gaes, aku ingin menyampaikan tolong kita bantu yuk! Rame-rame mengelola tempat ibadah, di masjid, di gereja, di pure, di vihara untuk memperingan pekerjaan merawat tempat ibadah,” ujar Risma membuka vlog.
Ia sudah mengimbau sejumlah tempat ibadah di Surabaya untuk menggulung karpet, menyimpan alat berpotensi yang menyebarkan COVID-19, dan menyediakan hand sanitizer.
Pemkot Surabaya, kata dia, juga menyiapkan hand sanitizer di sejumlah fasilitas umum lainnya, seperti taman dan sekolah.
“Beberapa saya anjurkan tempat-tempat ibadah tidak menggunakan karpet dan peralatan yang bisa mengakibatkan terjangkitnya virus COVID-19,” terangnya.
Oleh karena itu, ia meminta warga Surabaya ikut melakukan pencegahan virus corona. Mulai dari menjaga jarak (sosial distancing), sering mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, hingga memakai masker apabila sakit.
Ia juga meminta, agar milenial bisa menahan diri agar tidak mudah memegang tangan teman maupun pasangannya sementara waktu.
“Kemudian kalau duduk agak jauh jaraknya yang dianjurkan para ahli minimal satu meter, di kafe, di warung di taman jaga jarak!” kata Risma.
“Enggak boleh pegangan tangan, enggak boleh salaman sementara enggak apa! Jadi kalian yang pacaran juga sementara enggak usah pegangan tangan,” lanjutnya.
Imbauan ini, kata Risma, agar Kota Surabaya tetap sehat dan masyarakatnya bisa beraktivitas seperti biasa.
“Karena itu kota ini harus sehat. Kota ini harus tetap bisa digunakan untuk aktivitas bersama,” ungkapnya.
Ia menegaskan Surabaya tidak boleh lockdown. Sebab jika itu terjadi perekonomian masyarakat akan lumpuh dan sektor lainnya pun ikut terganggu.
“Karena kalau sampai banyak yang terkena penyakit dan kota ini terhenti perekonomiannya, ini sangat merugikan kita semua. Kalian tidak bisa sekolah, kalian tidak bisa bekerja dan orang tua kalian tidak bisa cari nafkah,” katanya.
Ia mendorong agar warga Surabaya kompak melawan COVID-19. “Saya yakin arek-arek Suroboyo bisa melakukan itu,” ucapnya.
“Ibu berharap COVID-19 bukan menjadi halangan kita maju tapi harus kita bekerja keras mencegahnya,” tandasnya.
