kumparan
News21 Mei 2020 19:10

Walkot Semarang Bahas Perpanjangan PKM Demi Tekan Penularan Virus Corona

Konten Redaksi kumparan
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi di kantornya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan membahas rencana perpanjangan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) demi menekan penyebaran virus corona. Sebab, kebijakan PKM akan berakhir Sabtu (24/5).
ADVERTISEMENT
Pria yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan, PKM diterapkan di Kota Semarang sejak 27 April. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan itu.
"Nanti malam akan diskusikan dengan kawan-kawan Forkopimda untuk memutuskan di tengah situasi ini cukup atau tidak," kata Hendi, Kamis (21/5).
Menurut Hendi, kebijakan PKM terbukti ampuh dalam menekan penyebaran virus corona. Sebab grafik kasus virus corona terus menurun di Semarang.
Selain itu Hendi mengatakan jelang lebaran dirinya mendapat laporan masih banyak warga mendatangi mal karena memburu diskon jelang dan mencari baju baru. Masalah itu juga akan turut dibahas bersama.
"PKM mengatur mal tutup pukul 20.00 WIB, masyarakat mengadu ke kami crowdednya siang. Maka bagaimana mal melakukan pencegahan. Denpom, dinkes, satpol PP yang biasanya di pasar sudah bergeser ke mal (untuk sosialisasi)," ucap Hendi.
Tes swab ke salah satu pengunjung Mall Paragon
Tes swab ke salah satu pengunjung Mall Paragon Semarang. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Hendi berharap, warganya bisa memahami protokol COVID-19 saat lebaran nanti agar penyebaran virus corona dapat dengan cepat dihentikan.
"Kepada seluruh warga, kita memahami 3 hari lagi merayakan Idul Fitri, tapi hari ini situasi berbeda, kan ada pembatasan kegiatan, tundalah aktivitas yang tidak perlu apalagi pembelian baju baru, mau dipamerkan ke siapa? Wong tidak ada salat ID (di lapangan atau masjid), tidak ada ujung-ujung," ujar Hendi.
"Ngumpul di mal? Kenapa harus ke mal? Pakai untuk kegiatan ibadah saja, sadari, lebih baik sehat daripada sakit," tutupnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan