kumparan
search-gray
News22 Januari 2020 16:33

Wamenhan Bermimpi Industri Pertahanan Indonesia Sekuat DARPA Milik AS

Konten Redaksi kumparan
Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono (PTR)
Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono akan fokus memperkuat pertahanan pada tahun 2020 ini. Ia mengatakan, saat ini Kemhan tengah mengevaluasi seluruh aspek di bidang tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kita evaluasi yang ada, yang enggak jalan kita jalanin. Misalnya pesawatnya yang belum bisa terbang kita terbangkan, dan seterusnya, ya. Jadi seluruh dari tiga aspek, itu aspek darat, laut, udara," ujar Wahyu di sela meninjau pameran alutsista di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).
Untuk itu, Trenggono berharap industri pertahanan dalam negeri bisa diperkuat. Ia lalu mengambil contoh apa yang dilakukan oleh Defense Advance Research Project Agency (DARPA) Amerika Serikat.
"Yang pasti kita ingin mengembangkan industri pertahanan dalam negeri harus kuat. Mimpinya seperti kaya DARPA kalau di Amerika itu," kata Wamenhan Trenggono.
Wahyu Sakti Trenggono,Wakil Menteri Jokowi
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
DARPA merupakan bagian dari Departemen Pertahanan AS (Pentagon) yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi baru untuk digunakan oleh militer.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Trenggono berharap, ke depan TNI bisa menggunakan alat-alat tempur buatan industri dalam negeri, seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT PAL Indonesia.
"PT DI harus kuat. Khususnya yang kuat di (pesawat) CN-235. Kita berharap nanti dalam konsolidasi hari ini, seluruh angkatan bisa menggunakan seluruh pesawat angkutnya dari PT DI," tutur Trenggono.
"Contohnya begitu, demikian juga kapal. Kita juga ingin membangun kapal jadi kita berharap angkatan laut khususnya angkatan laut membangun kapal di PT PAL," imbuhnya.
Sebelumnya, Tenggono mengatakan, koordinasi dan sinergitas antarsatuan kerja, antarunit organisasi dan antarkementerian/lembaga harus dilakukan secara intens untuk memastikan pertahanan negara selalu dalam kondisi terbaiknya sesuai dengan lingkungan strategis dan analisis ancaman.
"Kemhan selalu berupaya untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri guna memenuhi kebutuhan alutsista TNI dan menunjang kemandirian Industri Pertahanan," ucap dalam pembukaan Rapim Kemhan Tahun 2020 di Kemhan, Rabu (22/1).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white