Wamenkes: Tak Usah Pilih-pilih Vaksin, yang Terbaik yang Tersedia Saat ini

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana sentra vaksinasi Covid-19 di Kampus ITI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (9/9/2021). Foto: PII
zoom-in-whitePerbesar
Suasana sentra vaksinasi Covid-19 di Kampus ITI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (9/9/2021). Foto: PII

Program vaksinasi nasional masih terus berjalan. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi masyarakat yang antusias mengikuti program vaksinasi.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksin. Ia juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin untuk tak perlu memilih-milih vaksin.

"Selain mematuhi protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk mengikuti program vaksinasi nasional. Tidak usah pilih-pilih vaksin. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini," tegas Dante saat menerima vaksin Janssen dan Sinovac secara virtual, Sabtu (11/9).

Ia meminta masyarakat tidak menunda vaksinasi. Sebab jika hal itu terjadi, maka akan banyak yang terpapar COVID-19, yang kemudian berimbas kepada anak kehilangan orang tuanya.

Vaksinasi COVID-19 yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Tanjung Priok, pada Kamis (2/9). Foto: PPID DKI Jakarta

"Puluhan ribu anak kehilangan orang tua mereka karena COVID-19. Orang tua yang tidak mau divaksinasi berarti tidak sayang anaknya," tegasnya lagi.

Dante juga menyoroti laju vaksinasi di Indonesia yang sedang tinggi. Hal ini juga dikarenakan Indonesia kedatangan empat vaksin sekaligus pada Jumat (10/9) lalu, di antaranya vaksin Pfizer, Sinovac, dan AstraZeneca.

"Meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian menurun, sementara di sisi lain vaksinasi sedang berjalan dengan sangat baik, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap protokol kesehatan yang baik. Jangan sampai lonjakan kasus terjadi lagi," ujarnya.

Saat ini, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mengalami lonjakan kasus karena longgarnya protokol kesehatan. Sehingga Dante berharap masyarakat mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah di masa pandemi ini.

"Kebijakan PPKM yang saat ini berlangsung bertujuan agar jangan sampai Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus. Untuk itu, kita harus mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama," pungkasnya.