Wapres Venezuela Bantah Komunikasi dengan AS Rencanakan Penggulingan Maduro
17 Oktober 2025 7:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
Wapres Venezuela Bantah Komunikasi dengan AS Rencanakan Penggulingan Maduro
Wapres Venezuela Delcy Rodriguez membantah laporan sebuah media: telah menawarkan diri kepada AS, untuk membentuk pemerintahan yang bisa lebih diterima daripada pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodrigues membantah sebuah laporan, yang menyebut bahwa ia berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
ADVERTISEMENT
Laporan itu dimuat oleh The Miami Herald, yang berisi bahwa Rodriguez dan saudara nya, Jorge, presiden Majelis Nasional Venezuela berupaya menawarkan diri ke AS sebagai 'sosok yang bisa diterima', sebagai alternatif dari Maduro yang berhaluan kiri-otoriter.
Dilansir AFP, Rodrigues menulis pesan lewat media sosial Telegramnya.
"FAKE!! (PALSU). Lagi-lagi ada media yang ikut serta dalam perang psikologis terhadap rakyat Venezuela," ucap Rodriguez, Kamis (16/10).
"Mereka tidak punya moral atau etika," sambungnya.
Dalam tulisan itu, ia juga menampilkan fotonya dengan Presiden Maduro.
"Bersama dan bersatu dengan Presiden Maduro," tulis Rodriguez.
Maduro dituding AS mencurangi pemilu, dan mengepalai kartel narkotika.
Tudingan serius itu dilontarkan AS, bersamaan dengan kapal-kapal perang AL AS yang ditempatkan oleh Presiden Donald Trump di Laut Karibia. Alasannya, operasi anti-narkotika.
ADVERTISEMENT
Ketegangan pun terjadi di kawasan. Sejak awal September, AS telah menghancurkan 5 kapal yang diduga membawa narkotika di Karibia. Dari jumlah itu, ada 27 orang tewas.
Selain itu, Trump juga mengindikasikan bahwa ia telah mengotorisasi operasi rahasia CIA dan mempertimbangkan serangan darat menargetkan kartel narkoba di Venezuela.
Laporan dari The Miami Herald
Media The Miami Herald menulis, Rodriguez dan saudaranya adalah pemimpin ideologi 'chavismo yang lebih pas'.
Chavismo adalah ideologi sosialis model Presiden Hugo Chavez dan penerusnya, Nicolas Maduro.
The Miami Herald juga menyebut, keduanya menawarkan 2 proposal lewat perantara di Qatar. Qatar juga pernah digunakan untuk negosiasi pertukaran tahanan antara Venezuela dan AS.
Tulisan itu juga memuat bahwa tawaran itu telah disetujui Maduro, dan melibatkan pensiunan jenderal yang akan memimpin pemerintahan transisi.
ADVERTISEMENT
