News
·
25 Maret 2021 18:56

Warga Citra Indah Jonggol Laporkan Penipuan Modus Beli Sembako ke Polisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Warga Citra Indah Jonggol Laporkan Penipuan Modus Beli Sembako ke Polisi (687)
searchPerbesar
Ilustrasi Sembako Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan
Modus penipuan dengan membeli sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) viral di media sosial. Kejadiannya di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Adalah Elisabeth Tri Hapsari, warga Citra Indah Jonggol, yang kali pertama memviralkan modus kejahatan beli sembako lalu kabur. Pelaku diduga tiga orang, dua di antaranya pasutri yang juga mengontrak di Citra Indah Jonggol.
Elisabeth ini di rumahnya juga membuka usaha frozen food. Dia juga memiliki jaringan ke supplier beras dan kebutuhan pokok lainnya. Singkat cerita, Elisabeth ini didatangi oleh dua pelaku ke rumahnya.
Pelaku itu hendak membeli beras seharga jutaan rupiah melalui Elisabeth pada awal Maret 2021. Namun, pelaku membayarnya menggunakan konsep kliring.
Kliring adalah suatu bentuk penyelesaian pembukuan dan juga transaksi dengan cara memindahkan suatu saldo pada pihak lain yang lebih berhak. Pembeli yang melakukan transfer pembayaran menggunakan kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG), waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 2-3 hari kerja. Setelah itu, uang baru bisa masuk ke rekening penjual.
ADVERTISEMENT
Lebih dari tiga hari, ternyata proses pembayaran tak kunjung cair ke rekening Elisabeth. Elisabeth kemudian mengecek ke rumah pelaku. Dia kaget rumah pelaku ternyata sudah kosong.
Merasa ditipu puluhan juta karena barang dagangannya tak dibayar dan ditinggal kabur, Elisabeth kemudian mengunggah kisahnya di Facebook pada 23 Maret 2021. Dia lalu melaporkan hal itu ke polisi pada hari ini, Kamis (25/3).
Warga Citra Indah Jonggol Laporkan Penipuan Modus Beli Sembako ke Polisi (688)
searchPerbesar
Viral Modus Penipuan Beli Sembako di Jonggol. Bogor. Foto: Facebook/Elisabeth Tri Hapsari
"Sudah saya dan suami melaporkan ke Polsek Jonggol," kata Elisabeth dihubungi dan mengirimkan Surat Tanda Terima Laporan dari Polsek Jonggol, Kamis (25/3).
Dalam laporan polisi nomor: LP/B/77/III/2021/JBR/Res Bgr/Sek Jonggol itu dilaporkan oleh Elisabeth yang mengalami Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan (Pasal 378 dan 372 KUH Pidana).
Lebih lanjut Elisabeth mengatakan sebelum kabur, di rumah pelaku itu banyak tumpukan sembako. Diduga, pelaku melakukan dugaan tindak pidana penipuan tak hanya ke Elisabeth saja. Tapi ada beberapa supplier yang juga merasa dirugikan.
ADVERTISEMENT
"Di rumah pelaku itu ramai banyak yang antar barang. Ada kerupuk, gula merah, beras, properti kasur, biji kopi, banyak barang lainnya. Saya percaya untuk membayarkan dulu pesanan ke supplier saya karena di sana banyak yang antar saya pikir ini orang benar bayarnya. Tapi ternyata saat ke bank ceknya tidak ada saldo," ucapnya.
Elisabeth mengatakan pada hari Senin (22/3), rumah pelaku kosong dan mulai didatangi banyak orang yang mengaku belum dibayar. Saat itu pemilik rumah yang sesungguhnya datang dan menjelaskan bahwa tiga orang terduga pelaku yaitu Sri Rohati, Heriansyah dan Narti adalah penyewa yang baru mengontrak dua minggu.
"Yang punya rumah datang, karena saya posting rumahnya untuk kumpulin banyak korban. Ternyata pelaku yang nipu ini baru nyewa dua minggu dengan DP 2 Juta dan janji April mau dilunasi, tapi ternyata sebelum April dan pemilik bilang kalau orang itu kabur. Dan semua barang kaya pompa air, tabung gas kompor mesin steam sampe piring piring dibawa," kata Elisabeth.
ADVERTISEMENT
Terkait kejadian perkembangan kasus ini, Kepolisian Sektor Jonggol masih melakukan penyelidikan.
"Iya saat ini sudah ditangani Polsek Jonggol," kata Kapolsek Jonggol AKP Sularso dikonfirmasi terkait laporan penipuan tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020