kumparan
search-gray
News2 Oktober 2018 14:37

Warga Desa Karawana Sigi Terseret Lumpur dan Tinggal di Tenda Banjir

Konten Redaksi kumparan
Pengungsian di Desa Karawana Sigi
Kondisi pengungsian warga di Desa Karawana Sigi pasca bencana gempa (Foto: Dokumentasi Aziza)
Para kerabat terus mencari informasi tentang keluarga mereka yang menjadi korban gempa Palu. Aziza salah satunya. Dia mengatakan terakhir kali bisa menghubungi keluarganya Selasa, (2/10) pukul 10.00 Wita. Keluarga Aziza tinggal di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
ADVERTISEMENT
“Suara Mama saya ditelepon selalu menangis, katanya gempa lagi di sana, semua hancur, tidak ada listrik,” kata Azizah saat dihubungi kumparan, Selasa (2/10).
Semua keluarga Azizah berada di Desa Karawana saat gempa terjadi. Sedangkan dia berada di Ternate karena mengikuti suami dinas.
Azizah mengatakan, Jumat (28/9) sekitar pukul setengah 17.00 Wita ibunda telepon mengabarkan ada gempa, saat itu kondisi masih biasa. Namun tak lama setelah itu gempa kembali terjadi, sempat ada komunikasi dengan keluarga, dan setelah itu terputus. Baru pada Selasa, Aziza bisa menghubungi sang ibunda.
“Jembatan semua patah, rumah-rumah patah. Sampai pagi tadi kata mama belum ada bantuan sama sekali. Masih banyak mayat yang belum dievakuasi,” kata Aziza.
Pengungsian di Desa Karawana Sigi
Kondisi rumah warga yang hancur akibat gempa di Desa Karawana Sigi. (Foto: Dokumentasi Aziza)
Keluarga Aziza tinggal di tenda pengungsian tanpa listrik dan bantuan makanan. Warga di sana membangun posko sendiri. Sepupu Aziza yang memiliki bayi mengaku tidur di tenda lapangan dalam kondisi banjir bersama bayinya yang sakit.
ADVERTISEMENT
“Desa saya itu yang lumpur keluar dari dalam tanah, banyak yang terseret lumpur,” katanya.
Pengungsian di Desa Karawana Sigi
Kondisi pengungsian warga di Desa Karawana Sigi pasca bencana gempa (Foto: Dokumentasi Aziza)
Paman Aziza menjadi salah satu korban yang terseret lumpur. Saat itu paman Aziza hendak membantu orang yang terseret, namun dia akhirnya ikut terseret dan jenazahnya belum diketahui sampai sekarang.
“Om saya terbawa lumpur dan jenazahnya belum ketahuan di mana,” ucapnya.
Pengungsian di Desa Karawana Sigi
Kondisi jalan depan rusak rumah warga di Desa Karawana Sigi. (Foto: Dokumentasi Aziza)
Aziza berharap bantuan cepat datang ke Sigi dan warga di sana bisa segera dievakuasi.
Selain di Sigi, Aziza juga mencari adiknya yang saat kejadian gempa sedang berada di Palu. Adik Aziza bernama Facrul Anugrah berusia 20 tahun. Dia berharap segera bisa mendapat kabar keberadaan adiknya.
“Terakhir itu dia posisinya ada di pantai,” katanya.
-------------------------------------------------------------
ADVERTISEMENT
kumparan melalui platform kitabisa menggalang bantuan dana untuk disalurkan kepada para korban gempa dan tsunami Palu-Donggala. Bantuan akan disalurkan langsung kepada para korban sesuai kebutuhan.
Mari bantu saudara-saudara kita di Palu dan Donggala di sini atau dalam tautan berikut:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white