News
·
24 Juni 2018 7:52

Warga Makedonia Demo Menentang Rencana Ganti Nama Negara

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Warga Makedonia Demo Menentang Rencana Ganti Nama Negara (13697)
Demonstrasi di Makedonia (Foto: REUTERS/OGNEN TEOFILOVSKI)
Warga Makedonia menggelar demonstrasi menentang rencana ganti nama negara. Rencana ganti nama dari 'Makedonia' menjadi 'Republik Makedonia Utara' dilakukan oleh pemerintahnya demi menormalisasi hubungan dengan Yunani.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, 1000 demonstran yang diorganisir partai terbesar di Makedonia, VMRO-DPMNE, melaksanakan aksi damai menentang rencana ganti nama negara pada Sabtu (23/6). Demonstran membawa spanduk bertuliskan "Kami tidak rela ganti nama!" dan mengibarkan bendera negara, sebagai simbol menentang rencana penggantian nama negara.
Seminggu sebelumnya, Menteri Luar Negeri Makedonia dan Yunani menandatangani perjanjian ganti nama negara pulau ini menjadi Republik Makedonia Utara. Perjanjian ini diikuti pembukaan diplomatik bagi Makedonia untuk bergabung ke Uni Eropa dan NATO.
Makedonia merupakan negara pecahan Yugoslavia yang merdeka tahun 1991. Negara kecil ini menghindari perang yang menghancurkan negara eks Yugoslavia lainnya. Namun, Yunani menolak nama Masedonia sebagai negara. Masedonia dianggap sebagai nama dari salah satu provinsi Yunani yang kaya akan warisan sejarah.
ADVERTISEMENT
Nama ini kemudian dianggap begitu krusial bagi Yunani. Hanya karena nama, Yunani menghalangi jalan Makedonia untuk bergabung dengan UE dan NATO.
Namun, upaya ganti nama tidak semudah yang dibayangkan. Makedonia harus melakukan amandemen konstitusi. Selain itu, legitimasi seluruh warga negara wajib dimiliki lewat referendum yang rencananya akan digelar tahun ini.
Gagasan ganti nama ini ditolak mentah-mentah oleh kubu Nasionalis. Presiden Makedonia Gjorge Ivanov sendiri bahkan menolak untuk menandatangani perjanjian, meski telah diratifikasi oleh parlemen.