News
·
24 Februari 2021 20:49

Warga Prambanan Sleman Temukan Deretan Batu Diduga Batuan Kuno

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Warga Prambanan Sleman Temukan Deretan Batu Diduga Batuan Kuno (188357)
Waga menemukan batuan berjejer rapi di sekitar perbukitan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Foto: Dok. Istimewa
Warga Desa Wisata Pereng, Sumberharjo, Kapanewon atau Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, menemukan batuan berjejer rapi di sekitar perbukitan desa tersebut pada Minggu (21/2).
ADVERTISEMENT
Batuan itu ditemukan secara tak sengaja oleh beberapa warga yang tengah menggali potensi wisata di desa tersebut.
Saat itu warga tengah menyusuri sejarah dusun dengan tapak tilas Kiai Langgen yang dikenal sebagai seorang empu pembuat keris pada masa Mataram Kuno di wilayah tersebut.
"Kami secara tidak sengaja menemukan bebatuan mirip benda sejarah di parit-parit hutan di perbukitan," kata Kepala Dusun Pereng, Agus Nugroho, kepada wartawan, Rabu (24/2).
Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng Sukarmin menjelaskan ketika menemukan batu tersebut, dia dan warga lain penasaran lantaran kondisinya berbeda dengan bentuk batuan pegunungan biasanya.
"Batuan tersebut memiliki bentuk pahatan-pahatan konstruksi mirip candi," kata Sukarmin.
"Masih tertutup alang-alang dan tanah, hanya 1 bidang batuan saja yang terlihat, batuan tersebut dibersihkan. Pondasi batuan yang berjejer rapi pun di bongkar perlahan dan mencapai 7 meter panjangnya, juga mulai berundak," ujarnya.
Warga Prambanan Sleman Temukan Deretan Batu Diduga Batuan Kuno (188358)
Waga menemukan batuan berjejer rapi di sekitar perbukitan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala BPCB Yogyakarta, Zaimul Azzah, menjelaskan pihaknya sudah meninjau lokasi pada Senin (22/2) untuk observasi. Namun sampai saat ini, batuan tersebut belum teridentifikasi.
ADVERTISEMENT
"Masih sulit untuk mengidentifikasi temuan tersebut. Namun dugaan sementara dari hasil peninjauan awal dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," kata Azza.
Meski begitu, tetap belum dapat dipastikan apakah batuan itu merupakan bagian dari pagar sebuah candi atau bukan. Untuk mengetahui hal itu harus dilakukan penelitian lanjutan.
"Kami segera merencanakan penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. Diupayakan Maret sudah bisa ekskavasi. Semoga hujan sudah berkurang," terangnya.