kumparan
News21 Februari 2020 9:18

Warga Ukraina Protes Kotanya Jadi Tempat Karantina Orang-orang dari Hubei

Konten Redaksi kumparan
PTR-Kerusuhan di Ukraina akibat Evakuasi dari China
Petugas keamanan Ukraina memadamkan api saat protes kedatangan pesawat pengungsi dari Hubei di Poltava, Ukraina. Foto: REUTERS / Valentyn Ogirenko
Bentrokan dan kerusuhan terjadi di kota Ukraina saat warga menolak kotanya jadi lokasi karantina puluhan orang dari Hubei. Warga khawatir orang-orang tersebut membawa serta virus corona yang menewaskan ribuan orang.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Reuters, kerusuhan semakin memanas di kota Novi Sanzhary saat bus yang membawa puluhan orang dari Hubei tiba pada Kamis (21/2). Warga melempari bus tersebut, membakar ban, dan menyerang ratusan polisi yang berjaga.
Dua bus dilaporkan mengalami pecah kaca. Sementara para penumpangnya terlihat berlindung di balik tirai di dalam bus. Sebelumnya, massa memblokade jembatan menuju sanatorium tempat karantina akan dilakukan.
Kerusuhan di Ukraina akibat Evakuasi dari China
Polisi Ukraina bentrok dengan warga yang menolak lokasi karantina orang-orang dari Hubei. Foto: REUTERS / Valentyn Ogirenko
Ada sekitar 45 warga Ukraina, 27 warga Argentina, dan beberapa warga dari Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Kosta Rika, dan beberapa lainnya yang akan dikarantina di Novi Sanzhary selama dua pekan ke depan.
Ini adalah standar yang dilakukan semua negara yang mengevakuasi warganya dari Hubei, China, titik nol penyebaran virus corona. Indonesia adalah salah satu yang melakukannya, mengkarantina ratusan orang di Natuna selama 14 hari.
ADVERTISEMENT
Tidak ada kasus corona tercatat di Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelenskiy telah meminta masyarakat untuk tenang. Pemerintah Ukraina mengatakan, mereka yang dikarantina telah menjalani dua kali pemeriksaan dan telah dinyatakan bebas virus corona.
Kerusuhan di Ukraina akibat Evakuasi dari China
Polisi Ukraina bentrok dengan warga yang menolak lokasi karantina orang-orang dari Hubei. Foto: REUTERS / Valentyn Ogirenko
Namun tetap saja, warga Ukraina merasa ketakutan. Seorang demonstran mengatakan mereka sebaiknya dikarantina di Chernobyl, kota kosong lokasi bencana nuklir 1986.
Warga lainnya menganjurkan mereka dikarantina di gedung parlemen, atau bahkan di rumah Zelenskiy saja.
"Apakah tidak ada tempat di Ukraina yang bisa menampung 50 orang, di tempat terpencil atau yang jauh dan tidak jadi ancaman bagi masyarakat?" kata warga Yuriy Dzyubenko.
Ukraina adalah satu dari banyak negara yang mengevakuasi warganya dari Wuhan di tengah wabah virus corona. Hingga saat ini, virus yang menyerang sistem pernapasan itu telah menewaskan lebih dari 2.200 orang, kebanyakan di China. Jumlah penderita telah mencapai lebih dari 75 ribu orang.
Kerusuhan di Ukraina akibat Evakuasi dari China
Polisi Ukraina bentrok dengan warga yang menolak lokasi karantina orang-orang dari Hubei. Foto: REUTERS / Valentyn Ogirenko
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan