kumparan
28 Februari 2020 15:01

Waspada! Ini Ciri Masker Ilegal Buatan Cakung

PTR- Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi
Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi. Foto: Dok. Polda Metro
Direktorat Reserse Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik produksi masker ilegal di Central Cakung, Jakarta Utara. Masker ini berwujud nyaris sama dengan jenis masker bedah yang beredar di pasaran.
ADVERTISEMENT
Namun, sayangnya, masker-masker ilegal ini diproduksi dalam upaya mencari keuntungan memanfaatkan kelangkaan akibat virus corona.
Masyarakat diminta harus hati-hati dan waspada jika membeli masker ilegal ini. Secara fisik, masker ilegal buatan Cakung memiliki warna hijau muda sama seperti masker bedah umumnya.
Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi
Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi. Foto: Dok. Polda Metro
Namun, untuk membedakanya, masyarakat cukup melihat logo SNI di masker tersebut. Masker ilegal cakung tidak memiliki logo SNI.
"Secara umum gini, masker itu ada antivirusnya bisa bertahan 3 sampai 4 jam. Kalau yang bagus, 6 sampai 10 jamlah. Nah, masker (ilegal) ini tidak pakai logo SNI-nya ndak ada dia, izin Depkes juga tidak ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi Jumat (28/2).
Masyarakat juga bisa memeriksa bagian kardus dari masker. Masker resmi atau legal dipastikan memuat izin Departemen Kesehatan, sedangkan masker ilegal buatan Cakung tidak.
ADVERTISEMENT
"Dia buat sendiri itu logo dan mereknya, enggak ada izinnya," ucap Yusri.
Secara fisik, kardus dari masker ilegal ini berwarna putih dengan garis biru melintang di bagian bawah kardus. Masker juga bertuliskan merek 'Super Mask'.
Ketika kata kunci merek tersebut dimasukkan ke mesin pencari Google, maka tak ditemukan satu pun gambar yang relevan dengan masker hijau ilegal itu.
Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi
Pabrik masker ilegal di Cilincing yang digerebek Polisi. Foto: Dok. Polda Metro
Sedangkan jika memasukkan kata kunci masker bedah, akan muncul merek yang lebih banyak beredar di pasaran, seperti 3M, Sensi, atau Onemed.
Produksi masker ilegal ini sudah berlangsung sejak Januari kemarin. Dengan kelangkaan masker akibat isu Virus Covid-19 (corona), produsen ini sengaja memainkan harga pasar dan menaikkan masker seharga Rp 300 ribu per boks, atau 10 kali lipat harga normal.
Cara penggunaan masker
Ilustrasi memakai masker. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Masker ini juga sempat lolos ke pasaran. Bahkan, polisi menyebut masker ilegal ini sempat masuk ke rumah sakit. Namun, sampai saat ini data distribusi masker ini masih akan didalami oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
"Bahkan ada yang ke rumah sakit makanya kita masih datakan semuanya dia distribusi kemana," tutup Yusri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan