Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi

Wawancara Dirut KCIC: Kami Diminta Menekan Pembengkakan Biaya Kereta Cepat (5)

22 November 2021 9:17
ยท
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pemerintah kini tengah berjibaku mengejar penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sederet masalah menghambat penyelesaian proyek ini. Mulai dari perencanaan awal yang tidak matang hingga pembengkakan biaya atau cost overrun yang diprediksi mencapai Rp 27 triliun.
Pemerintah pun sampai merombak manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) agar pengerjaan proyek bisa dikebut. Kepada kumparan, Rabu (17/11) di kantor PT KAI, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi buka-bukaan mengenai masalah apa saja yang membelit proyek kereta cepat.
Mulai dari asal muasal cost overrun, rancangan awal yang membuat desain berubah, perubahan stasiun dari Walini ke Padalarang, hingga harga tiket kereta cepat yang dianggap mahal. Simak wawancara dengan pria yang akrab disapa Edo berikut ini:
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung belum juga tuntas. Target rampung pada 2019 tinggal angan-angan. Banyak persoalan mencuat dan berkelindan, membuat proyek melambat-tersendat. Ada apa? Di mana letak kesalahan kalkulasi? Dan mengapa? Klik di bawah.