News19 September 2019 14:44

Wawancara Irjen Firli Bahuri: Sosok Kontroversial yang Jadi Ketua KPK

Konten Redaksi kumparan
DPR telah mengesahkan Irjen Pol Firli Bahuri bersama dengan Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango, sebagai lima pimpinan KPK periode 2019-2023.
ADVERTISEMENT
DPR pun telah mempercayakan posisi Ketua KPK kepada Firli yang memperoleh suara terbanyak dalam voting komisi III pada Jumat (13/9) lalu.
Namun jalan Firli menjadi pimpinan KPK tak mulus. Firli dihantam berbagai isu mulai dari dugaan pelanggaran etik saat menjadi Deputi Penindakan KPK, hingga dugaan menerima gratifikasi menginap di hotel.
Tetapi sosok kontroversial ini menepis seluruh tudingan itu saat proses seleksi calon pimpinan KPK.
kumparan diundang berbincang khusus dengan Kapolda Sumatera Selatan ini di Palembang.
Dalam perbincangan itu Firli mengatakan keterpilihannya tak lepas dari dukungan istri dan anaknya. Firli juga bercerita pernah ditawari uang dari seorang kepala daerah.
Lalu, bagaimana proses Firli ikut seleksi calon pimpinan KPK hingga terpilih menjadi Ketua KPK? Berikut wawancara khusus kumparan dengan Firli:
Wawancara Irjen Firli Bahuri: Sosok Kontroversial yang Jadi Ketua KPK (1066218)
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli Bahuri usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan capim KPK di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (12/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Bagaimana awal Anda ikut seleksi capim KPK, bisa diceritakan prosesnya?
ADVERTISEMENT
Saya daftar setelah saya tanya anak istri saya, karena yang pertama itu kan anak istri. Kita tidak peduli dengan yang lain, ketika anak istri saya setuju. Saya jalan. Anak saya bilang, 'ikutan pa...'
Saya adalah tergolong orang yang tidak mementingkan harta. Boleh tanya ke Zahrul. (Koorspripim Polda Sumsel AKBP Zahrul Bawadi).
Bupati segala macam, mau ngasih uang, saya enggak mau. Jadi kalau ada orang mengatakan bahwa Firli terima uang dari bupati, saya enggak selamat saat ini, disamber geledek saya.
Jadi anak dan istri saya sepakat, 'udah pa, kita sudah bisa hidup kok, masa kerja papa tinggal beberapa tahun lagi. Jadi saatnya melakukan pengabdian kepada negara. Kalau papa hanya di polisi, enggak bisa apa-apa juga'.
ADVERTISEMENT
Kalau tetap jadi polisi apakah tidak bisa buat perubahan?
Kalau jadi kapolda itu hanya bisa melakukan segini doang (Firli menganalogikan selembar kertas HVS putih dengan ujungnya dilipat sedikit).
Jadi, anak dan istri saya setuju kalau saya daftar pimpinan KPK. Saya daftar. enggak ada pengaruh orang lain.
Dan saya waktu tes saya pernah tantang kok, iya kan. Kepada Pansel saya bilang, saya menjawab karena Pansel (KPK) memintanya.
Soal saya dituduh melanggar itu sudah beredar di media, tapi saya enggak pernah menjawab karena bukan tempat saya melayani.
Kepada Pansel, kalau saya enggak memenuhi syarat, coret. Jangan luluskan saya. di Komisi III saya bilang begitu juga, coret nama saya.
ADVERTISEMENT
Kita tulus saja kok, enggak ada yang dikejar kok, toh nanti juga antara mati dan hidup ini tipis aja, bahkan tidak ada beda. Begitu dia mati, ya mati. Enggak ada jarak setengah detik, 10 detik itu enggak ada.
Seketika Allah SWT memutus nyawanya, lebih cepat daripada kita memotong sehelai rambut.
Jadi kita enggak usah takut, kerja saja kok, pengabdian. Maka saya selalu katakan, jadi ini saatnya saya membayar kepada negara.
Wawancara Irjen Firli Bahuri: Sosok Kontroversial yang Jadi Ketua KPK (1066219)
Irjen Pol Firli Bahuri bersiap mengikuti rapat paripurna DPR terkait pengesahan hasil 5 pimpinan KPK di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Bisa diceritakan pengalaman Anda selama di Polri?
Saya kan sudah 29 tahun dinas di polisi, bahkan kalau dari Bintara itu saya 35 tahun malah, saya Bintara Polisi tahun 1984.
Bintara penempatan di Polres Cibabat, Cimahi, Jawa Barat. Di situlah saya ketemu dengan Kapolres namanya Muhammad Nurdin yang saat ini menjadi anggota Komisi III DPR. Saya proper, saya bilang Kapolres saya itu.
ADVERTISEMENT
Makanya saya waktu di Komisi III, saya enggak bisa berbohong, saya orangnya begitu, sebenarnya seperti itu dan memang harus disampaikan.
Saya khawatir kalau saya enggak sampaikan, saya cipika cipiki sama dia, akrab, timbul masalah. Daripada orang menduga-duga, mending kita jelaskan.
Saya Bintara 1984, Pak Nurdin Kapolres, dia (Nurdin) yang menandatangani rekomendasi izin saya daftar Akpol.
Ya itulah kehidupan, semua orang itu punya takdir. Enggak bisa dilawan, enggak bisa maju dan enggak biasa mundur.
Maju itu tidak mesti harus terus maju. Ada suatu ketika, ada saatnya ketika harus berhenti dulu, karena harus melihat apa yang ada di depan.
Terkadang kita, bila perlu kita, mundur sejenak satu langkah, untuk mempersiapkan diri, maju lebih jauh.
ADVERTISEMENT
Setelah Anda terpilih jadi Ketua KPK 2019-2023 bagaimana respons keluarga?
Support, contohnya anak saya baca di media, yang kelas 6 SD saja baca.
'Pa, pa, papa masuk lagi nih, dibilang begini-begini, papa semakin ngetop', gitu dia bilang.
Wawancara Irjen Firli Bahuri: Sosok Kontroversial yang Jadi Ketua KPK (1066220)
Ketua KPK 2019-2023, Firli Bahuri. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tetapi selama proses seleksi, Anda dihantam berbagai isu, bagaimana menghadapinya?
Saya mohon maaf, tidak pernah mau mengomentari pendapat orang. Mau orang ngomong tentang saya, saya enggak peduli. itu kan pendapat orang.
Contohnya, semua orang kan punya frame. Dia mau bikinnya apa, oh saya mau bikin menara itu pakai segitiga. Nah ini frame-nya.
Seketika Anda ingin membuat menara itu segi empat, kan bisa juga. Iya kan, kan menara juga.
Kalau Anda ingin membuat menara segi empat, Anda jangan paksa orang yang sudah bikin menara segitiga, enggak akan bisa ketemu.
ADVERTISEMENT
Jadi kalau Anda ingin membuat menara segi empat, abaikan orang berjalan segitiga. Anda fokus membuat menara segi empat.
Jangan Anda pernah anda terganggu dengan suara gemericik isu. Wah itu lebih baik segitiga, enggak usah. Kalau Anda yakin segi empat bagus, lebih kuat menurut Anda, ya sudah bikin saja menara segi empat.
Karena kalau nanti Anda begini (menunjukkan menara segitiga yang disatukan dengan segi empat) ini enggak jadi, ini enggak jadi. Maka apa, maka Anda enggak punya apa-apa.
Sama seperti Anda mau buat menara segitiga, kalau Anda sudah fokus dengan segitiga, jangan berpikir untuk membuat segi empat, karena nanti akan gagal semua. Fokus saja.
Kalau bahasa Islam itu, Anda tidak akan pernah menemukan rasa khusuk dan tawadu, seketika Anda mendengarkan suara seruling yang ada di luar.
ADVERTISEMENT
Jadi kita enggak perlu risi, orang ngomong apa, toh Anda jelaskan juga enggak akan denger kok, karena ini tadi, framing-nya sudah beda, mau habis suaramu, enggak akan bisa.
Teroris juga begitu, dia yakin dengan ajarannya, mau diajak pendidikan seperti apa pun akan seperti itu. Mem-bom orang itu dosa besar segala macem, enggak ini masuk, (kata teroris) saya masuk surga kalau ngebom orang, itu kan, framing-nya itu.
Tapi yang penting adalah raihlah mimpi Anda dengan cara tidak memelihara ketakutan, karena kalau Anda memelihara ketakutan, maka Anda timbul kesulitan.
Tidak pernah kesulitan itu akan menimbulkan rasa ketakutan, tapi justru Anda dan ketakutan lah yang akan menemukan kesulitan.
Wawancara Irjen Firli Bahuri: Sosok Kontroversial yang Jadi Ketua KPK (1066221)
Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Pol Firli Bahuri saat melakukan tes pembuatan makalah di Komisi III DPR RI, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Bagaimana Anda menyikapi revisi UU KPK yang baru disahkan dan dinilai melemahkan pemberantasan korupsi?
ADVERTISEMENT
Kalau kita tanya DPR dan pemerintah, ya itu UU-nya. Saya lihat ada pengawasan segala macam. Saya kira enggak ada yang ingin membuat kita mundur, enggak ada, siapa pun.
Makanya saya selalu katakan, negara kita ingin besar bukan karena andil satu orang presiden, tapi andil dari seluruh rakyat Indonesia. Seluruh elemen masyarakat dan setiap presiden punya andil besar mulai dari Soekarno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, Jokowi.
Semuanya punya keinginan membeserkan dan membangun Indonesia ini yang maju sejahtera, itu pasti. Karena alinea ke-4 UUD 1945 enggak bisa diubah, enggak pernah diubah. Nah itu tujuan kita. Nah KPK harus mewujudkan itu dengan tugas pokok peran fungsinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white