WHO Dorong Booster Vaksin Bagi Lansia yang Disuntik Sinopharm-Sinovac

12 Oktober 2021 3:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
WHO Dorong Booster Vaksin Bagi Lansia yang Disuntik Sinopharm-Sinovac (80180)
searchPerbesar
Vaksinasi Lansia di Taiwan. Foto: Ann Wang/Reuters
Kelompok pakar vaksin di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong agar orang di atas 60 tahun yang divaksin Sinovac dan Sinopharm mendapat suntikan vaksin COVID-19 tambahan (booster). Hal ini direkomendasikan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), berdasarkan penelitian di Amerika Latin yang menunjukkan kinerja kedua vaksin tersebut kurang baik dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
SAGE menyarankan booster diberikan kepada lansia sekitar 1-3 bulan pasca mereka mendapatkan vaksinasi dosis penuh Sinovac atau Sinopharm.
“Data pengamatan pada suntikan Sinopharm dan Sinovac jelas menunjukkan bahwa pada kelompok usia yang lebih tua, vaksin bekerja kurang baik setelah dua dosis,” kata Sekretaris SAGE, Joachim Hombach, pada Senin (11/10), dikutip dari Reuters.
"Kami juga tahu bahwa penambahan dosis ketiga dapat memberikan respons (kekebalan) yang kuat. Jadi kami berharap dari sana ada perlindungan yang jauh lebih baik," imbuh dia.
Kendati demikian, SAGE meminta otoritas kesehatan yang menggunakan vaksin Sinopharm dan Sinovac memaksimalkan cakupan dua dosis pada populasi lansia lebih dulu. Setelah itu maka pemberian dosis ketiga bagi lansia dapat digencarkan.
WHO Dorong Booster Vaksin Bagi Lansia yang Disuntik Sinopharm-Sinovac (80181)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin corona Sinopharm. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Di sisi lain, SAGE juga merekomendasikan agar orang yang mengalami gangguan kekebalan diberi dosis tambahan (booster) vaksin COVID-19. Sebab dibandingkan dengan orang kondisi normal, mereka masih cukup berisiko terpapar corona meski telah divaksinasi dua dosis (standar).
ADVERTISEMENT
Hal ini pun ditegaskan WHO yang mengatakan penderita gangguan sistem imun cenderung tidak merespons secara memadai terhadap vaksinasi standar.
"Vaksinasi ketiga, [atau] vaksinasi tambahan untuk jenis [vaksin] tunggal direkomendasikan. Ini didasarkan pada bukti yang menunjukkan bahwa imunogenisitas dan bukti tentang risiko infeksi sangat tidak proporsional pada orang-orang itu,” kata Direktur Vaksin WHO Kate O'Brien.
SAGE akan meninjau semua data global tentang suntikan booster dalam pertemuan 11 November mendatang. O’Brien menerangkan pertemuan ini akan menjawab persoalan booster vaksin corona di tengah pertanyaan tentang varian baru dan potensi penurunan kekebalan pasca vaksinasi standar.
Lebih lanjut, O’Brien mengungkap saat ini sekitar 3,5 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di dunia. Ia menambahkan bahwa 1,5 miliar dosis tersedia secara global setiap bulan, serta cukup untuk memenuhi target vaksinasi 40% dari populasi masing-masing negara pada akhir tahun, tetapi distribusinya tidak merata.
WHO Dorong Booster Vaksin Bagi Lansia yang Disuntik Sinopharm-Sinovac (80182)
searchPerbesar
Seorang warga menerima suntikkan vaksin COVID-19 Sinovac di GOR Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/6/2021). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
Sebab itu ia menekankan untuk saat ini perluasan cakupan vaksinasi corona dosis standar masih lebih utama dibandingkan dosis booster. Tetapi, penderita gangguan imun dinilainya dapat diumpamakan sebagai pihak yang belum mendapat vaksin dosis standar.
ADVERTISEMENT
"Memberikan dosis booster kepada individu yang telah mendapat manfaat dari dosis utama itu seperti mengenakan dua jaket pelampung pada seseorang, dan membiarkan orang lain tanpa jaket pelampung," kata O'Brien.
"[Tetapi] dalam hal orang-orang yang memiliki kondisi immunocompromising, kita berbicara tentang memberikan jaket pelampung pertama,” tandas dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020