kumparan
News1 Oktober 2018 11:59

Wiranto: Bantuan Luar Negeri Bukan Soal Status Bencana, Tapi Kebutuhan

Konten Redaksi kumparan
Wiranto
Menkopolhukam, Wiranto. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Pemerintah menyatakan membuka pintu bagi negara-negara luar negeri untuk memberikan bantuan ke korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Meski begitu, pemerintah belum memutuskan status kebencanaan di Sulteng, apakah menjadi bencana nasional atau tidak.
ADVERTISEMENT
Menurut Menkopolhukam Wiranto, status kebencanaan bukan merupakan hal yang penting untuk dibahas saat ini. Sebab, bantuan dari luar negeri itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan korban bencana.
"Bukan, bukan (status bencana nasional). Ini tidak bicara status, ini bicara soal kebutuhan," tegas Wiranto usai mengahadap Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/10).
Bantuan gempa palu
Genset untuk tambahan listrik darurat dikirim menggunakan pesawat Hercules TNI AU pagi ini ke Kota Palu, Senin (1/10/2018). (Foto: Twitter @Sutopo Purwo Nugroho ‏)
Saat ini, kata dia, mekanisme bantuan dari luar negeri tengah diatur. Pihaknya hari ini akan mengumpulkan para duta besar dari negara sahabat yang ingin memberikan bantuan untuk para korban bencana.
"Hari ini kita memanggil para Dubes untuk membicarakan bantuan apa yang bisa ditawarkan. Dan kita juga sudah punya target-target hal-hal yang dibutuhkan dalam rangka penanganan pengungsi itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ia mengungkapkan, saat ini banyak negara sahabat yang menyatakan ingin membantu korban bencana di Sulteng.
"Ya sedang kita atur (teknisnya). Nanti kita rapatkan, negara yang menawarkan sudah banyak, banyak sekali. Mulai dari ASEAN maupun dari negara di kawasan Eropa dan Amerika," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan