kumparan
16 Mei 2019 15:39

Wiranto: Salah Paham Memunculkan Konflik, Ganggu Stabilitas Keamanan

Rakornas Kemendagri, Menkopolkumkam Wiranto
Menkopolhukam Wiranto saat memberikan sambutan pada acara Rakornas Kemendagri, di Jakarta, Rabu (27/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menkopolhukam Wiranto menyebut usai pemilu banyak informasi berseliweran di masyarakat yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menurutnya, informasi yang simpang siur itu banyak memunculkan kesalahpahaman.
ADVERTISEMENT
"Karena beritanya simpang siur macam-macam dan tentunya dengan berita simpang siur enggak jelas bisa timbulkan salah paham," kata Wiranto saat membuka Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Hotel Paragon, Jakarta, Kamis (16/5).
Menurut Wiranto, kesalahpahaman yang tak diluruskan dapat memicu hadirnya konflik di masyarakat. Konflik ini, lanjut dia, dapat menganggu stabilitas keamanan nasional hingga perpecahan bangsa.
"Kalau salah paham bisa munculkan konflik di antara kita atau namanya konflik sosial. Kalau konflik sosial enggak bisa kita redam bisa jadi konflik nasional. Kalau konflik nasional kemudian terjadi, maka mengganggu stabilitas keamanan nasional yang bisa berpengaruh pada pembangunan nasional," ujar dia.
"Bisa menganggu capaian sasaran kita sebagai bangsa. Sialnya kita bisa pecah sebagai bangsa," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Wiranto menganggap Indonesia dilihat dari sejarah berhasil mengatasi berbagai ancaman perpecahan bangsa. Sebut saja pada 1940 saat agresi Belanda dan tahun-tahun awal kemerdekaan dengan berhasil menghalau PKI.
"Ingat peristiwa agresi Belanda 1940-an, Pemberontakan PKI, pemberontakan PKI 1960-an, peristiwa Malaria 1970a-n, PRRI-permesta, kemudian 1998. Kita terhindar perpecahan karena masih kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa kita," ungkapnya.
Dengan demikian, Wiranto memandang forum yang diinisiasi oleh Kemendagri yakni Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial sangat penting. Hal ini bertujuan agar seluruh kepala daerah bersama-sama dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk kita terhindar dari konflik sosial dengan cara mensinergikan tim terpadu yang dari pusat dan daerah," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan