News
·
4 Juli 2020 18:02

Wisawatan yang Datang ke Yogya akan Didata dengan Aplikasi Digital

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wisawatan yang Datang ke Yogya akan Didata dengan Aplikasi Digital (70144)
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (1/7/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengembangkan sejumlah aplikasi salah satunya aplikasi pendataan ID digital. Petugas pos retribusi Kaliurang, Kabupaten Sleman hari ini sudah mulai beradaptasi dengan aplikasi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ya ini harus beradaptasi lagi " kata Fahrudin (53) petugas pos retribusi Kaliurang ditemui di lokasi, Sabtu (4/7).
Dia menjelaskan bahwa untuk aplikasi dari Pemda DIY sudah ada panduannya. Para petugas tinggal mempelajarinya saja. Fahrudin mengatakan dibanding dengan mencatat manual, pencatatan menggunakan aplikasi jauh lebih cepat.
"Jauh lebih cepat dari mencatat manual. Tapi ya harus beradaptasi. Baru hari ini," katanya.
Namun, dia juga tetap khawatir apabila ke depan wisatawan mulai ramai akan terjadi antrean memanjang.
"Yang jelas nanti kendalanya kalau masalah pengunjung di saat liburan sekolah ramai. Terlalu lama nanti bisa menimbulkan antrean," ujarnya.
Sejauh ini sejak dibuka uji coba sejak 1 Juli lalu kunjungan wisata ke Kaliurang masih relatif sepi. Lantaran masih uji coba, wisatawan juga tidak ditarik retribusi. Mereka hanya diberhentikan untuk dicek suhu dan pendataan.
ADVERTISEMENT
"Selama uji coba pengunjung masih sepi. Tidak sampai ratusan. Puluhan," ujarnya.
Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hari menjelaskan aplikasi untuk pendataan ID digital itu bernama Jogja Pass. Aplikasi itu merupakan nama baru dari aplikasi Cared+ Jogja yaitu semacam ID digital bagi warga DIY dan luar DIY.
Wisawatan yang Datang ke Yogya akan Didata dengan Aplikasi Digital (70145)
Tampilan aplikasi Cared+ Jogja. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ID digital dalam bentuk QR Code ini akan ada di setiap ponsel masyarakat yang akan berkunjung ke tempat umum mal, cafe, hotel, dan tempat wisata.
"Jogja Pass nama dari Cared+. Bjsa lebih familiar," ujarnya.
"Jogja Pass tujuannya hanya sebagai ID digital yang dimiliki orang yang akan berkunjung ke Jogja. Baik orang Jogja maupun luar Jogja kita harapkan mendownload dan mengisi data yang ada di sana. Data digunakan untuk pendataan orang masuk tempat wisata maupun tempat umum tempat keramaian," katanya.
ADVERTISEMENT
Dengan aplikasi itu maka alan dilihat berapa orang dan siapa saja yang keluar masuk lokasi wisata. Selain itu bisa terpantau apakah terjadi kerumunan atau tidak dan kemudian bisa dianalisis.
"Di sini untuk mengetahui seandainya di suatu tempat ternyata ada orang positif atau reaktif sehingga bisa mentracing yang masuk ke sana siapa," pungkasnya.
Wisawatan yang Datang ke Yogya akan Didata dengan Aplikasi Digital (70146)
Tampilan aplikasi Cared+ Jogja. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan