Achmad Yurianto

Yurianto: Tak Benar Vaksinasi Buat Normal Seperti Dulu, Tetap Protokol Kesehatan

19 Oktober 2020 16:34 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.
 Foto: Indra Fauzi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Foto: Indra Fauzi/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pandemi virus corona akan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, kondisi tidak akan kembali normal seperti sedia kala, meski vaksin corona telah diberikan.
ADVERTISEMENT
Menurut Yurianto, masyarakat harus tetap menjalankan kebiasaan normal baru (new normal), seperti protokol kesehatan.
"Pertahanan pertama adalah untuk kita tidak terpapar maka protokol kesehatan dijalankan. Jadi tak benar dengan adanya vaksinasi ini kita akan normal seperti dulu. Kita masih harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, normal baru," kata Yurianto dalam konferensi persnya, Senin (19/10).
"Sekalipun sudah mencapai herd imunity (kekebalan kelompok) tetap harus kita lakukan (protokol kesehatan). Virus menyebar karena pergerakan manusia dan kemudian terjadi kontak dekat pada manusia yang tidak terjadi pada manusia lain yang rentan dan mengakibatkan penularan," lanjutnya.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Untuk mendukung kebiasaan hidup baru, menurut Yurianto, program 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) harus diubah menjadi menjadi 3W (wajib mencuci tangan, wajib menjaga jarak, dan wajib memakai masker).
ADVERTISEMENT
"Kalau kemudian kita perhatikan bahwa pada pergerakan ekonomi mendatang pada pergerakan manusia akan jadi intens lagi artinya tetap adaptasi kebiasaan baru. Kalau semula dikatakan 3M, saya cenderung menjadi 3W," ujarnya.
Warga mencuci tangan di area cuci tangan untuk publik di depan Museum Sonobudoyo, DI Yogyakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Yurianto menegaskan penerapan 3W menjadi salah satu cara mencegah potensi penularan corona, selain vaksin yang kini tengah disiapkan pemerintah.
"Kalau laju vaksin setiap bulan di 2021 hanya sekitar antara 10 sampai 20 juta, maka untuk menyelesaikan sebanyak 160 juta, kita akan mengerjakan di sepanjang 2021, artinya ada yang sudah kita vaksin di bulan Januari. Maka di bulan itu masih banyak juga yang belum divaksin dan seterusnya. Sehingga 3W menjadi kunci agar kita tak terpapar COVID-19," pungkasnya.
----------------------------------
ADVERTISEMENT
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten