kumparan
13 Des 2018 20:58 WIB

Yusril: Jika Ada Sengketa Pilpres, Saya di Depan Bela Jokowi

Yusril Iza Mahendra (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Pengacara capres 01 Jokowi, Yusril Ihza Mahendra tak memungkiri bahwa potensi perselisihan pemilu tetap ada di Pilpres 2019 mendatang. Namun, Yusril memastikan jika nantinya ada sengketa, ia akan berada di barisan depan membela Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Andai kata nanti sesudah pencoblosan itu ada sengketa, ya saya mohon, mungkin saya ada di depan," kata Yusril seusai memberikan materi di Rakornas TKN bidang Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).
Dengan demikian, sebagai antisipasi, Yusril juga mengajak tim kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di bidang hukum dan advokasi untuk ikut mendalami ketika menghadapi sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Yusril memprediksi, nantinya di Pilpres 2019 mendatang salah satu potensi perselisihan yang muncul adalah masalah hitung-hitungan suara.
"Masalah perselisihan hasil (Pemilu). Perselisihan hasil itu menyangkut hitung-hitungan suara. Kan bisa saja ada keinginan supaya supaya diadakan pilpres ulang di beberapa tempat," tuturnya.
Kendati demikian, walaupun ia siap menghadapi sengketa pemilu nanti, Yusril sangat berharap masalah hasil pemilu tak sampai naik ke MK.
ADVERTISEMENT
"Tadi saya sudah minta izin kepada kawan-kawan ya, berharap sih ini tidak berlanjut ke Mahkamah Konstitusi," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan