Yusril Temui Airlangga: Koalisi Masih Cair, Terbentuk Setelah PDIP Bersikap

21 Maret 2023 17:56
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di Kantor DPP Partai Golkar disambut oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa (21/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di Kantor DPP Partai Golkar disambut oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa (21/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (21/3).
Pertemuan itu membahas Pemilu 2024 sekaligus penjajakan koalisi antara PBB dengan Golkar.
Sebelum menemui Airlangga, Yusril sudah bertemu dengan Plt Ketua Umum PPP Mardiono dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membahas peluang koalisi.
"Pada intinya tentang koalisi Pilpres itu kita masih cair, terbuka. Kami sudah mendiskusikan kepada Pak Mardiono Ketua Umum PPP, Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB sama," kata Yusril dalam konferensi pers bersama Airlangga.
"Masih cair dan masih mengingat perkembangan walaupun pencalonan presiden akan dimulai 1 September, masih 6 bulan dari sekarang tapi masih belum semua partai mengajukan calonnya terutama PDIP," tambah dia.
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri acara Peringatan 9 Tahun UU Desa di Kompleks GBK. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri acara Peringatan 9 Tahun UU Desa di Kompleks GBK. Foto: Dok. Istimewa
Yusril menambahkan, jika PDIP sudah mengambil sikap yakni mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung, maka peta koalisi di 2024 akan terbentuk dengan sendirinya.
"Saya kira kalau PDIP sudah bersikap, mungkin formasi koalisi Pilpres akan terbentuk dengan sendirinya karena waktu memang sudah tidak panjang lagi," ucap dia.
Pakar Hukum Tata Negara ini mengatakan, terkait sikap PBB adalah terbuka kepada seluruh parpol. Terutama dengan Golkar karena memiliki kedekatan historis.
"Pengalaman kami sejak 1999 sampai sekarang, PBB dengan Golkar tidak pernah tidak kerja sama, selalu bersama-sama dengan Golkar dari kabinet Abdurrahman Wahid 1999 sejak awal reformasi bersama-sama," kata Yusril.
"Terakhir (2019) kita tidak ikut karena PBB tidak ikut alam kabinet, tapi sebelumnya selalu bersama-sama juga waktu Pak SBY di 2004," ucap Yusril.
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di Kantor DPP Partai Golkar disambut oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa (21/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra tiba di Kantor DPP Partai Golkar disambut oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa (21/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
Sementara Airlangga menyambut baik kunjungan Yusril dan rombongan DPP PBB. Ia mengatakan, Golkar selalu terbuka dengan partai mana pun yang ingin berkoalisi dengan catatan.
"Tentu kalau yang datang berarti cocok, kalau tidak datang tidak cocok," kata Airlangga.
"Partai Golkar terbuka apalagi tidak ada Ketum yang tidak kenal Pak Yusril, Pak Yusril berperan dalam kusrut politik 5 tahunan apalagi kalau politiknya jalan lurus, pasti cocok, kita harap 2024 politik jalan lurus, bukan berkelok-kelok," tutup Airlangga.