kumparan
News25 Oktober 2019 14:30

Zainut Tauhid Tanggapi Kritik Kiai NU terhadap Menag Fachrul Razi

Konten Redaksi kumparan
Fachrul Razi, POTRAIT
Menteri Agama Fachrul Razi di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Penunjukan Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama sempat diprotes oleh beberapa kiai. Termasuk mereka yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
ADVERTISEMENT
Beberapa hari berselang setelah pelantikan menteri, Jokowi juga mengumumkan adanya 12 wakil menteri yang akan membantu Kabinet Indonesia Maju. Jokowi menunjuk Waketum MUI Zainut Tauhid sebagai Wamenag untuk mendampingi Fachrul Razi.
Zainut menjawab lugas ketika ditanya soal protes para kiai. Menurutnya, Jokowi pasti memiliki alasan khusus dan baik ketika menunjuk Fachrul.
"Yang berkaitan dengan penunjukan menteri, pembantu presiden, itu kan kewenangan penuh oleh Bapak Presiden. Dan saya meyakini Bapak Presiden memiliki alasan tujuan terhadap penempatan para pembantunya itu," ungkap Zainut di Istana Negara, Jumat (25/10).
Selain itu, Zainut menegaskan, dirinya adalah kader NU tulen. Namun, ketika bertugas, ia akan mengakomodir semua kepentingan semua kalangan.
"Saya kira meskipun saya betul disampaikan diwakili dari parpol PPP, tapi warna darah saya NU. Tapi ketika saya menjabat, dilantik, semua kepentingan itu ditinggalkan untuk bangsa dan negara," ungkap politikus PPP ini.
Zainut Tauhid, Wakil Menteri Jokowi
Calon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Fachrul Razi juga telah membantah adanya penolakan dari kiai-kiai tersebut. Menurutnya, tidak ada kiai yang menolak dirinya menjadi Menag.
ADVERTISEMENT
"Jangan bilang penolakan, terlalu mendramatisir. Enggak ada ceritanya penolakan. Dengan senang hati semua kiai-kiai itu, sahabat saya, dan misinya sama, bagaimana membangun bangsa yang lebih baik, membangun umat yang baik," kata Fachrul di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).
"Jadi enggak mungkin ada penolakanlah," tegas pria kelahiran Aceh berusia 72 tahun ini sambil tersenyum.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan