News
·
10 November 2020 13:54

Zulhas soal Pulangnya Habib Rizieq: Momentum Bersatu Kembali Usai Pilpres

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Zulhas soal Pulangnya Habib Rizieq: Momentum Bersatu Kembali Usai Pilpres (60908)
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab akhirnya pulang ke Indonesia, Selasa (10/11) setelah sebelumnya berada di Arab Saudi sekitar 3,5 tahun.
ADVERTISEMENT
Kepulangan Habib Rizieq itu pun mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang menyebut kedatangan Habib Rizieq ke Indonesia merupakan momentum untuk rekonsiliasi usai Pemilihan Presiden 2019 lalu.
"Saya berharap kedatangan Habib Rizieq menjadi momentum untuk bersatu kembali, pilpres sudah selesai dan saatnya kita bersama kembali sebagai saudara," ucapnya usai menghadiri perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan di Pondok Pesantren, Al Mubarok, Kota Serang, Selasa (10/11).
Menurutnya, masih mewabahnya pandemi COVID-19 dan ancaman krisis ekonomi, sebaiknya energi bangsa dicurahkan untuk saling membantu dan saling menguatkan tanpa harus saling menghina satu sama lain.
"Mari akhiri cebong kampret, akhiri saling merendahkan dan saling menghina satu sama lain. Mari utamakan dialog, saling bahu membahu menghadapi pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi," lanjut Wakil Ketua MPR itu.
ADVERTISEMENT
Zulkifli pun menegaskan, siap menjadi fasilitator bagi rekonsiliasi antara pihak Habib Rizieq dengan Pemerintah yang selama ini dikenal kurang harmonis.
"Saya Zulkifli Hasan siap menjadi mediator dan memfasilitasi rekonsiliasi. Semuanya demi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.
Sebab, Zulkifli pun mengingatkan, jika momentum hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini (10 November) menjadi pengingat betapa peran para ulama dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Pengorbanan para ulama dan pondok pesantren sebelum merdeka sangat luar biasa. Tidak hanya sebelum merdeka tetapi setelah merdeka pengorbanan mereka juga sangat besar," kata dia.