Otomotif
·
11 Januari 2021 15:21

2 Faktor yang Bikin Kendaraan Tahun Muda Bisa Gagal Lulus Uji Emisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
2 Faktor yang Bikin Kendaraan Tahun Muda Bisa Gagal Lulus Uji Emisi (78849)
Uji emisi kendaraan bermotor gratis di Jalan Pemuda Jakarta Timur, Rabu (6/1). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta, wajib uji emisi. Bila tak lulus siap-siap kena sanksi, dari bayar parkir mahal sampai tilang.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih menggelar uji emisi gratis, sampai tanggal 21 Januari 2021. Selanjutnya dilakukan sendiri, biayanya sekitar Rp 150 ribuan per mobil, Rp 50.000-an untuk motor.
Bisa dibilang bukan nominal yang sedikit. Bahkan bisa menguras kocek bila kendaraan tak lulus, dan harus melakukan uji emisi berulang kali.
Nah supaya bisa antisipasi. Berikut setidaknya 2 faktor yang bikin kendaraan bermotor bahkan yang tahun muda tidak lulus uji emisi.
2 Faktor yang Bikin Kendaraan Tahun Muda Bisa Gagal Lulus Uji Emisi (78850)
Uji emisi kendaraan bermotor gratis di Jalan Pemuda Jakarta Timur, Rabu (6/1). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Servis berkala

Penyebab paling umum kendaraan bermotor gagal memenuhi ambang batas emisi gas buang, karena mobil atau sepeda motor jarang servis berkala.
"Yang pertama bisa menentukan bisa lulus uji emisi, dari kondisi mesinnya terawat atau tidak," ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Syaripudin.
ADVERTISEMENT
Pasalnya bila ada komponen dan cairan, seperti oli yang ada di kendaraan kondisinya sudah tak layak atau tak memenuhi standar volume, bisa membuat proses pembakaran tak sempurna.
2 Faktor yang Bikin Kendaraan Tahun Muda Bisa Gagal Lulus Uji Emisi (78851)
Ilustrasi Mengisi BBM Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Penggunaan jenis BBM yang tepat

Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi faktor BBM juga bisa bikin kendaraan bermotor gagal tembus uji emisi.
"Gunakan BBM yang sesuai dengan standar. Baik itu mobil bensin dengan oktan yang sesuai, atau mobil diesel dengan cetane number yang sesuai," ucap Didi.
Ini penting, kata Didi, supaya pembakaran yang terjadi di dalam ruang mesin dapat dilakukan secara sempurna. Dan menghindari endapan kerak karbon di ruang bakar.
Efeknya membuat emisi gas buang kendaraan menjadi kotor, sehingga sulit lulus. Sesuaikan penggunaan BBM dengan kompresi mesin kendaraan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan situs resmi Pertamina, berikut jenis BBM yang cocok dengan kompresi mesin.
- Oktan 88 atau berjenis Premium, rasio kompresi di bawah 9:1 - Oktan 90 atau Pertalite, rasio kompresi 9:1 hingga 10:1 - Oktan 92 atau Pertamax, rasio kompresi 10:1 hingga 11:1 - Oktan 98 atau Pertamax Turbo, rasio kompresi 11:1 hingga 12:1 - Oktan 100 atau Pertamax Racing, rasio kompresi lebih dari 13:1.