Otomotif
·
22 Maret 2021 9:45

Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta (118923)
searchPerbesar
Polisi mengatur lalu lintas di kawasan ganjil-genap di Jalan H. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan sistem ganjil genap di DKI Jakarta belum bisa diaktifkan sampai waktu yang belum ditentukan. Upaya ini sebagai respons kondisi pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Ganjil genap belum berlaku di Jakarta," terang Sambodo kepada kumparan, Minggu (21/3).
Sambodo mengatakan hingga saat ini belum ada diskusi lebih lanjut antara Pemprov DKI Jakarta dan jajaran Polda Metro Jaya soal kapan ganjil genap mulai berlaku kembali. Dia menegaskan, sejatinya ganjil genap adalah produk atau regulasi yang dibuat oleh pemerintah daerah.
"Belum ada pembicaraan terkait ganjil genap," katanya.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta (118924)
searchPerbesar
Sejumlah penumpang berjalan usai turun dari rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
Lebih lanjut, kata dia, tidak diaktifkannya ganjil genap agar masyarakat tidak beralih menggunakan transportasi umum yang dinilai lebih rentan terpapar corona.
"Kita sedang berusaha untuk menjaga physical distancing di public transportation. Nah, mungkin kalau dilaksanakan ganjil genap, maka orang yang memiliki kendaraan di luar tanggal tersebut akan beralih ke transportasi umum, jadi demand-nya akan menjadi tinggi," imbuhnya.
ADVERTISEMENT

Rekayasa lalu lintas di daerah ganjil genap

Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta (118925)
searchPerbesar
Ilustrasi ganjil-genap. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto
Sebelumnya, dijelaskan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar belum diaktifkannya ganjil genap berimbas pada meningkatnya volume kendaraan hingga 30 persen.
Kepadatan terjadi saat jam pergi dan pulang kantor. Untuk mencegah adanya kemacetan, polisi melakukan rekayasa lalu lintas.
Paling berdampak di jalur Sudirman Thamrin dan beberapa lainnya. Sebagai upaya, kita lakukan lakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus dan kontra flow," kata Fahri.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta (118926)
searchPerbesar
Sejumlah kendaraan bermotor memadati lalu lintas di tengah berlakunya pembatasan sosial skala besar di Jakarta, Indonesia, Selasa (19/5). Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Aktivitas kendaraan di jalan raya yang meningkat tak lepas dari kebijakan PPKM Mikro yang yang pertama kali diberlakukan pemerintah pada 9 Februari 2021. Jumlah masyarakat yang bekerja di kantor meningkat dan jalanan di Jakarta disebutkan kembali macet.
ADVERTISEMENT
Dalam beleid itu memang menjelaskan ada kebijakan soal pelonggaran kapasitas pekerja yang membolehkan masuk menjadi 50 persen.
Sementara pengecualian diberikan pada perkantoran yang berfokus pada sektor esensial seperti bahan pangan, makanan, minuman, kesehatan, komunikasi, sampai industri strategis. Dijelaskan usaha yang bergerak di bidang itu bisa beroperasi 100 persen.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Cegah Macet, Efek Belum Berlaku Ganjil Genap Jakarta (118927)
searchPerbesar
Polisi Lalu Lintas menunjukkan kamera Electric Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile yang terpasang di badan saat peluncuran di Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Namun, Fahri mengingatkan. meski ganjil genap ditiadakan sementara di Jakarta sistem tilang berbasis elektronik atau ETLE masih berlaku 24 jam. Pengendara diimbau untuk selalu menaati peraturan lalu lintas.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020