Banyak yang Belum Tahu, Ketukan Bunyi Klakson Kendaraan Ternyata Ada Artinya

19 Februari 2020 6:47 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi membunyikan klakson mobil Foto: dok. Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membunyikan klakson mobil Foto: dok. Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu tanda isyarat pada mobil, klakson memiliki fungsi yang cukup penting, yaitu sebagai alat komunikasi antar pengguna jalan lain atau pejalan kaki.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, meski kehadiran klakson pada sebuah mobil sebenarnya sudah lama ada, rupanya belum banyak pengguna mobil yang memahami cara menggunakan klakson yang benar.
Tidak jarang, beberapa pengguna mobil sering memperlakukan klakson dengan cara menekannya secara lama atau berulang – ulang, dengan tujuan untuk mengintimidasi pengguna jalan lain.
“Kadang di beberapa negara, klakson sering digunakkan untuk mengundang provokasi. Itulah kenapa sebaiknya klakson hanya direkomendasikan untuk dilakukan saat-saat tertentu saja,” jelas Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Ilustrasi membunyikan klakson mobil Foto: dok. Shutter Stock
Adapun Sony menjelaskan, ada beberapa standar terkait penggunaan klakson mobil, yang mengacu pada aturan dan regulasi di Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Migas.

Ketukan Suara

Hal pertama yang harus diperhatikan, menurut Sony ialah menyoal ketukan suaranya. Tidak jarang beberapa pengguna mobil belum memahami kapan harus menekan klakson 1 kali dan 2 kali.
ADVERTISEMENT
“Untuk klakson itu, ketentuan menekannya berapa kali berbeda-beda. Jadi kalau 1 kali itu saat mau menghidupkan mesin, 2 kali saat hendak maju, dan 3 kali saat hendak mundur,” papar Sony.
Umumnya, penggunaan ketukan suara yang berbeda-beda itu dilakukan saat berada di area parkir atau garasi rumah. Tujuannya, untuk memberikan tanda isyarat kepada pengguna jalan lain atau pejalan kaki agar mengetahui bahwa ada mobil yang hendak maju atau mundur keluar dari parkiran.
Sementara untuk menekan klakson dengan ketukan suara yang panjang atau berulang-ulang secara kasar, hanya diperbolehkan untuk dilakukan dalam kondisi darurat saja.
“Sebaiknya sesuai kebutuhan, jadi untuk klakson panjang hanya dipakai saat panik oleh kejahatan atau meminta pertolongan saja,” tutur Sony.
Ilustrasi membunyikan klakson mobil Foto: dok. Shutter Stock

Cara menekan

Selanjutnya yang harus diperhatikan oleh para pengendara mobil dalam menggunakan klakson, ialah menyoal cara menekannya. Banyak ditemui para pengguna mobil yang menekan klaksonnya dengan cara dipukul secara kasar.
ADVERTISEMENT
“Memang saat menekan klakson harus soft atau friendly. Karena ketika dipukul, ada kecenderungan kita tidak bisa mengukur kerasnya dan kecepatan tangan kita. Tergantung mood dan emosi,” beber Sony.
Belum lagi, dengan menekan klakson secara dipukul dengan keras, dikhawatirkan akan memicu komponen pada airbag mengalami kerusakan.
“Dampak buruk lainnya, kalau terlalu sering memukul klakson, bisa merusak sensor airbag yang ada pada setir,” ucap Sony.
Tampilan setir Mitsubishi RVR Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Hindari membunyikan klakson di beberapa lokasi

Terakhir yang harus diperhatikan oleh para pengguna mobil, ialah dengan tidak membunyikan klakson di beberapa lokasi tertentu.
“Ada beberapa lokasi yang juga direkomendasikan untuk tidak membunyikan klakson, seperti di depan rumah sakit, depan rumah ibadah, dan sekolah,” ungkap Sony.
Dengan mengetahui berbagai hal terkait penggunaan klakson pada mobil tersebut, diharapkan dapat menciptakan ketertiban yang lebih baik saat berkendara.
ADVERTISEMENT