Baru Belajar Nyetir? Pahami Aturan Main Rem Tangan di Tanjakan

25 Februari 2020 6:28 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi menggunakan rem tangan pada mobil. Foto: dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan rem tangan pada mobil. Foto: dok Istimewa
ADVERTISEMENT
Berkendara mobil di jalan menanjak dengan kondisi kemacetan hingga membuat kendaraan bermanuver stop and go butuh kemampuan khusus. Jika tidak terbiasanya dengan medan menanjak, mobil bisa-bisa malah mundur.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini tak jarang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, apalagi jika pengendara masih pemula. Mobil tidak kuat naik, lalu panik, hingga keadaan semakin memburuk.
Untuk itu pengemudi perlu membiasakan teknik yang aman saat melewati tanjakan, khususnya saat menyetir mobil manual.
Menurut Instruktur Global Defensive Driving Consultant (GDDC), Aan Gandhi, rem tangan merupakan komponen yang wajib dikuasai pengemudi saat melewati tanjakan.
"Untuk pengemudi pemula yang tidak belajar menyetir dengan instruktur training biasanya tidak mengetahui kombinasi mekanisme rem tangan dan gigi persneling yang benar saat tanjakan," kata Aan kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Aan menjelaskan penggunaan rem tangan saat di tanjakan sangat krusial. Ketika berhenti di tanjakan, jangan ragu untuk menarik rem tangan, lalu pindahkan tuas persneling ke gigi netral.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, saat mobil harus melaju lagi, injak kopling, masukkan gigi satu, dan injak gas sambil mengangkat kopling sedikit demi sedikit sehingga menambah hentakan tenaga. Saat RPM mobil terasa semakin membesar, lepas rem tangan dan mobil bisa melaju.
"Poinnya masukkan gigi dulu, baru rem parkirnya diturunin. Ini biar menjadi kebiasaan pengemudi, pada saat di tanjakan dan dalam kondisi macet sehingga terpaksa berhenti. kalo kebiasaan pengemudi turunkan rem tangan, baru masukkan gigi, mobil akan mundur," jelasnya.
Ketika mobil mundur sedikit, ada momentum yang besar di mana tarikan RPM lebih tinggi karena menekan gas cukup dalam. Belum lagi jika mesin mati dan berpotensi menabrak kendaraan di belakang. "Hal negatifnya kampas kopling cepat habis dan RPM tinggi otomatis bahan bakarnya boros," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Aan mengimbau, kebiasaan tersebut tidak hanya harus diterapkan di tanjakan. Saat berkendara di jalan datar aturan main masukkan gigi persneling, lalu turunkan rem tangan tetap harus ditanamkan.
"Biasanya memang orang yang baru belajar mobil, dia belum dapat referensi yang benar seperti ini. Biasanya memang didapat setelah mengikuti training, baru dia dapat ilmunya," pungkasnya.