kumparan
Otomotif14 Februari 2020 7:01

Belajar Nyetir Disarankan Pakai Mobil Manual, Kenapa?

Konten Redaksi kumparan
Nissan Livina
Posisi tangan saat mengemudi Nissan Livina terbaru Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Saat seseorang pertama kali belajar mengemudi mobil, umumnya akan dianjurkan untuk menggunakan mobil bertransmisi manual terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
Anjuran tersebut pun seolah sudah menjadi kebiasaan yang turun - temurun dilakukan di masyarakat. Sayangnya, tidak ada alasan pasti terkait mitos kewajiban menggunakan mobil manual untuk belajar mengemudi tersebut.
Mencoba menjawab alasan dari mitos itu, Senior Instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan anjuran penggunaan mobil manual untuk memudahkan pengemudi ke depannya, khususnya saat hendak mengemudikan mobil otomatik.
“Alangkah bagusnya, untuk kesempatan pertama sekaligus dua pulau tercapai, yaitu dia bisa belajar dari mobil manual. Jadi ketika dia dapat kesempatan bisa bawa mobil otomatik dia akan cepat bisa,” jelas Jusri kepada kumparan, beberapa waktu lalu.
OTOHITZ, TEST DRIVE, Isuzu Panther
Transmisi manual di Isuzu Panther Foto: Bangkit Jaya Putra
Lebih lanjut, Jusri menjelaskan, orang yang awalnya biasa membawa mobil matik dan disuruh mengemudikan mobil manual, umumnya akan mengalami kesulitan untuk cepat beradaptasi.
ADVERTISEMENT
“Pasti akan lebih sulit, karena sense daripada penempatan gigi, kapan harus ganti gigi, kecepatan segini harus pakai gigi berapa, biasanya mereka enggak paham. Belum lagi sense saat pelepasan kopling, itu pasti jadi masalah,” tutur Jusri.
Posisi mengemudi new Suzuki Carry
Posisi mengemudi new Suzuki Carry Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Jusri mengatakan, dengan belajar mobil manual, pengemudi juga bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai penerapan akselerasi dan tenaga pada medan-medan jalan tertentu.
Oleh karena itu, menurutnya tidak ada salahnya apabila ingin belajar mengemudi dengan mengandalkan mobil bertransmisi manual terlebih dahulu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan