Berita Populer: Kontroversi Impor Pikap India Agrinas; Inovasi Teknologi BYD

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2). Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2). Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Alasan PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan impor pikap India menjadi salah satu berita populer pembaca kumparanOTO, Selasa (24/2).

Kemudian komentar keras Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) soal impor pikap India Agrinas, serta mengenal inovasi teknologi BYD untuk Indonesia.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Dirut Agrinas: Impor Pikap Karena Industri Lokal Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

PT Agrinas Pangan Nusantara menjelaskan keputusannya mengimpor 105.000 unit pikap dari India karena industri otomotif lokal dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan volume besar program Koperasi Desa Merah Putih.

kumparan post embed

IATO: Kontrak Pikap Rp 24,6 T ke Luar Negeri Sama dengan Ekspor Lapangan Kerja

Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) secara tegas menolak rencana impor 105.000 unit pikap oleh Agrinas, menyatakan bahwa industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi memadai hingga 1 juta unit per tahun yang masih belum optimal.

kumparan post embed

Teknologi Jadi Fondasi, Strategi BYD Bikin Mobil Listrik Relevan Dipakai Harian

BYD menempatkan teknologi sebagai fondasi utama dalam menciptakan mobil listrik yang relevan untuk penggunaan harian, fokus pada inovasi yang terasa manfaatnya langsung bagi konsumen di Indonesia.

kumparan post embed