kumparan
17 Mei 2018 15:54

Berkendara Jarak Jauh saat Puasa, Kenapa Tidak?

Ilustrasi pengendara motor saat hujan.
Ilustrasi pengendara motor saat hujan. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Bagi sebagian orang, berpuasa kerap menjadi sugesti yang dapat membuat badan terasa lemas, selalu mengantuk, dan juga kurang konsentrasi dalam melakukan suatu kegiatan. Terkhusus bagi mereka yang berkendara, tentunya hal ini bisa sangat mengganggu dan membahayakan. Padahal sebenarnya hal tersebut bisa saja diatasi dengan menjalankan pola istirahat dan juga pola makan yang teratur.
ADVERTISEMENT
Pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Indonesia, Jusri Pulubuhu mengatakan bila pada saat minggu-minggu pertama menjalankan ibadah puasa, menjadi masa-masa di mana stamina seseorang berubah. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan istirahat yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
“Pada dasarnya hal ini harus sangat diperhatikan ya. Kita tidak bicara pengendara yang menempuh jarak dekat atau sebentar ya, karena itu pasti enggak terlalu berasa. Kita ambil contoh seperti para ojek online yang durability dalam berkendaranya hampir satu hari penuh. Kalau mereka tidak memperhatikan pola makan dan istirahat selama bulan puasa, konsentrasinya saat berkendara pasti akan buyar yang dikhawatirkan berdampak pada safety saat berkendara,” ujar Jusri kepada kumparanOTO, Kamis (17/5).
ADVERTISEMENT
Nah, untuk mengatasi ‘masalah-masalah’ yang suka menghampiri pada saat puasa, Jusri mebeberkan beberapa jurus yang mungkin bisa kamu lakukan untuk menjaga konsentrasi kamu saat berkendara meskipun sedang berpuasa dengan memperhatikan hal berikut:
- Mengatur pola istrahat
Jangan sekali-kali menyamakan kondisi pada saat bulan puasa dengan bulan-bulan lain. Pola tidur saat bulan puasa sedikit terganggu karena kamu diharuskan untuk bangun sahur. Sedangkan pada bulan-bulan selain bulan puasa, kamu tidak dituntut untuk bangun di waktu sahur.
“Kalau bulan puasa, pengendara-pengendara yang pekerjaannya menuntut berkendara dengan jarak yang cukup jauh setiap harinya, ada baiknya untuk tidur tidak terlalu larut. Sehingga waktu tidur menjadi cukup, walaupun harus bangun lebih cepat. Hindari begadang agar keesokan harinya stamina tetap terjaga,” jelas Jusri.
Pangkalan ojek Kokas
Pangkalan ojek Kokas (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
- Mengatur asupan makanan
ADVERTISEMENT
Setelah pola istirahat, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pola makan. Bukan tanpa alasan, Jusri menjelaskan gar stamina saat berpuasa selalu bisa terjaga. Ketika sahur, lakukanlah mendekati waktu imsak, artinya jangan terlalu cepat. Dan saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan berprotein tinggi, dan jangan lupakan karbohidrat sebagai sumber tenaga.
“Apa yang dikonsumsi saat sahur harus sangat diperhatikan, karbohidrat, protein, lemak, buah, air itu enggak boleh absen. Karena kalau malas-malasan makan sahur, pasti sepanjang hari tidak akan konsentrasi dan selalu lemas. Tentunya sangat berbahaya kalau kondisi seperti itu dibawa berkendara,” imbuhnya.
- Istirahat setiap dua jam sekali
Tentang hal ini, Jusri mengimbau kepada para pengendara yang selalu menempuh perjalanan jauh setiap hari, setidaknya mereka harus beristirahat setiap dua jam sekali. Hal ini penting untuk menjaga konsentrasi saat berkendara.
ADVERTISEMENT
“Kalau seperti ojol, jangan terus-terusan narik. Setiap dua jam sekali istirahat supaya otot-otot juga rileks. Setiap kali istirahat paling tidak 1/2-1 jam, baru setelah itu mulai lagi. Karena kalau dipaksa terus tanpa istirahat, itu pasti cepat lelah, ditambah kondisi perut lapar, dan terik matahari, itu bisa jadi pemicu enggak konsentrasi di jalanan yang bisa membahayakan,” tutur pria yang gemar mengendarai moge itu.
- Jangan berkendara lebih dari 10 jam per hari
Kalau berbicara seseorang yang profesi utamanya sebagai tukang ojek dan taksi online, bisa dipastikan mereka akan menghabiskan sepanjang hari di jalan untuk mengantarkan penumpang. Tentang hal ini, Jusri mengatakan pada saat berpuasa, jam kerjanya harus sedikit dibedakan. Misal, kalau di luar bulan puasa waktu yang dihabiskan sekitar 12 jam untuk bekerja, pada saat berpuasa tidak dianjurkan untuk berkendara lebih dari 10 jam sehari.
ADVERTISEMENT
"Kalau diforsir berkendara secara terus-menerus, itu stamina pasti akan drop dan menjadi enggak fokus. Dan imbasnya bukan hanya di hari tersebut saja, tapi di keesokan harinya pasti juga menjadi tidak fit dan merasa selalu lemas," tuturnya.
Jusri mengimbau, meskipun sedang berpuasa sebagai seorang pengendara ada baiknya kita selalu melakukan hal-hal tersebut di atas guna, menjaga stamina agar selalu bisa fokus dan konsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan, apalagi saat berkendara yang menuntut kamu harus punya tingkat konsentrasi yang tinggi demi menciptakan keselamatan berkendara.
Ingat, kurang konsentrasi saat berkendara dapat mengundang sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada kamu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan