kumparan
4 November 2019 18:56

Catat, 3 Komponen Utama Rem Cakram yang Wajib Dicek

Ducati Scrambler Icon 2019
Kaliper rem brembo sudah dibekali untuk sistem pengerema. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Kendaraan bermotor tanpa sistem pengereman yang terkontrol dapat membahayakan penggunanya saat berkendara. Seringkali kecelakaan lalu lintas disebabkan karena masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
Pada sepeda motor, ada dua sistem pengereman yang banyak digunakan, yaitu cakram dan tromol. Namun, saat ini kebanyakan produk motor sudah dilengkapi dengan rem cakram, terutama untuk roda depan.
Kepala Bengkel AHASS Honda Beji, Depok, Susanto, menyebut rem cakram memang memiliki kinerja yang lebih baik dibanding rem tromol. "Kalau tromol kan remnya mengikuti velg ya, sedangkan cakram berbentuk piringan jadi untuk penguncian rem lebih pakem," kata Susanto saat ditemui kumparan beberapa waktu lalu.
Sebaiknya pemilik motor mengetahui komponen penting pada rem cakram agar bisa mengantisipasi kerusakannya. Menurut Susanto, Kepala Bengkel AHASS Honda Beji, Depok, setidaknya ada tiga komponen rem cakram yang wajib dikontrol.

1. Kampas Rem

Kampas rem yang masih tebal
Kampas rem yang masih tebal Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Kampas rem atau brake pad berfungsi menekan cakram rem saat proses pengereman. Seiring pemakaian kendaraan, kampas rem juga akan habis.
ADVERTISEMENT
Ketika kampas rem sudah menipis, biasanya saat pengereman akan timbul suara berdecit dari cakram karena beradu dengan pelat kampas.
"Kampas rem yang sudah terlalu tipis mengakibatkan piringan cakram lama-kelamaan akan aus, bahkan bisa saja pecah," kata Susanto.
Menurut Susanto, rem cakram memang lebih mudah dirawat, namun tetap harus rutin diperiksa kondisinya. Untuk pengecekan berkala kampas rem, pemilik motor harus tertib melakukan servis berkala setiap 2000 kilometer. Sementara biaya penggantian kampas rem depan matik berkisar Rp 68 ribu dan ongkos pemasangan.

2. Seal Master

seal mastere rem
Seal master rem pada motor Foto: dok. istimewa
Letaknya sedikit tersembunyi dan kecil sehingga pengguna motor sering luput merawatnya. Ya, Seal master pada rem cakram juga bisa menjadi petaka jika rusak.
Komponen ini berada di dekat tuas rem dan berfungsi sebagai pompa minyak rem. Kendala yang biasanya terjadi ketika seal bocor dan banyak debu yang masuk ke rumah master.
ADVERTISEMENT
Jika seal master bocor, minyak rem juga akan cepat habis sehingga menyebabkan rem blong. Selain itu, tarikan tuas rem kendaraan yang keras juga menjadi tanda kerusakan seal master.
"Biasanya karena debu atau kotoran masuk ke dalam seal-nya. Itu sekitar 2 tahun pemakaian sudah mulai seret dan keras. kalau tidak diganti ngerinya tuas rem tidak bisa balik lagi dan terkunci, motor bisa terbalik," ujar Susanto.
Untuk penggantian seal master dibanderol Rp 73 ribu dengan biaya pemasangan Rp 20 ribu.

3. Minyak Rem

Tabung penyimpanan minyak rem motor
Tabung penyimpanan minyak rem motor Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Satu lagi komponen rem cakram yang harus dikontrol, yaitu minyak rem. Komponen ini berfungsi menyalurkan tekanan piston pada master rem ke kaliper rem di roda.
Jika minyak rem pada reservoir kurang, dampaknya bisa membuat rem blong. Selain itu, kualitas minyak rem akan berkurang seiring pemakaian karena tercampur dengan air.
ADVERTISEMENT
"Minyak rem yang kondisinya sudah tidak bagus harus dikuras. Biasanya sudah tidak berbentuk minyak lagi, udah tercampur air jadi warnanya berubah seperti putih susu," jelas Susanto.
Wajarnya, pengguna motor mengganti minyak rem setiap 1 tahun sekali atau 10.000 kilometer pemakaian. Harganya pun cukup murah sekitar Rp 7 ribu untuk satu botolnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan