Catat, Aquaplaning Bukan Terjadi Karena Permukaan Jalanan Basah

Musim hujan telah tiba, wajar jika Anda berhati-hati saat berkendara untuk mengurangi risiko kecelakaan. Akan tetapi, yang namanya musibah bisa datang kapan saja, termasuk saat berkendara di jalan dalam kondisi hujan. Sebab, pengendara wajib mewaspadai terjadinya aquaplaning yang bisa menyebabkan kecelakaan. Contohnya adalah seperti video kecelakaan Toyota Fortuner yang menjadi viral.
Aquaplaning sendiri merupakan sebuah kondisi di mana permukaan ban tidak mencengkram permukaan jalan secara maksimal sehingga mobil bisa selip. Pada kondisi ini, ban tak lagi berada di atas permukaan aspal tapi di atas permukaan air.
Meski aquaplaning berpeluang terjadi ketika kondisi jalan basah akibat hujan, pendiri serta instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, justru beranggapan bahwa kondisi itu sangat dipengaruhi oleh perilaku mengendara bukanlah kondisi jalan. “Ya air hujan dan jalanan yang licin itu adalah faktor kontributor. Penyebab utamanya mah ya karena perilaku si pengendara itu sendiri. Sekarang saya tanya, biar enggak kecelakaan harus apa? Tidak ngebut kan? Ya benar, jangan ngebut kalau lagi bawa kendaraan. Yang tidak hujan saja rawan kecelakaan, apalagi saat musim hujan kan?” ujar Jusri saat dihubungi kumparanOTO pada Senin (4/2).
Selain berhati-hati saat berkendara, Jusri juga mengatakan bahwa pengendara harus rutin melakukan pengecekan pada ban. Sebab, tapak ban yang sudah tipis dapat meningkatkan risiko aquaplaning.
“Sekarang ban mobilnya tipis, ya jelas dia nggak akan mencengkram permukaan jalanan dengan baik. Jadi ban mobil akan lebih mudah selip dan mengakibatkan kecelakaan mobil,”Jusri menambahkan. Maka dari itu, Jusri menghimbau untuk para pengemudi agar tetap terus berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara. Jika Anda melihat tapak ban sudah tipis, segera ganti. Dan jika Anda merasa laju mobil/motor terlalu cepat, segera melakukan perlambatan.
