kumparan
23 Nov 2018 18:11 WIB

Efek Samping Cairan Anti-bocor untuk Ban Sepeda Motor

Ban sepeda motor (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
Inovasi dalam dunia otomotif terus berkembang. Salah satunya cairan anti bocor pada ban yang bisa dimanfaatkan para pemilik kendaraan bermotor yang tidak ingin repot jika ban motornya bocor di tengah perjalanan.
ADVERTISEMENT
Cara kerjanya, ketika ban berlubang akibat tertusuk paku dan material tajam lainnya, cairan yang ada di dalam ban langsung menyumbat lubang sehingga mencegah angin keluar.
Ilustrasi ban tidak bocor setelah tertusuk paku (Foto: dok. M-One)
Namun ada satu masalah ketika cairan tersebut tidak tersebar rata di dalam ban. Brand Manager Corsa, Salomon Manalu menjelaskan, cairan yang tidak merata bisa menyebabkan stabilitas motor terganggu saat dibawa berkendara.
"Kalau pemakaian cairan anti bocor kami melihatnya dari sisi keamanan ya, karena ketika berputar dibutuhkan stabilitas, ketika cairan itu merata, mungkin di kecepatan tertentu aman, tapi kalau tidak rata bisa membahayakan kan beratnya enggak imbang dan kental," buka Salomon saat ditemui di Jakarta (22/11).
"Mungkin di bawah kecepatan 100 km per jam masih aman, kalau lebih tinggi belum sempat merata harusnya ada dampak, tapi yang pasti mereka (pabrikan cairan anti bocor) sudah riset dampaknya apa," tambahnya.
Ilustrasi produk cairan ban anti bocor (Foto: dok. M-One)
Lalu mengenai masalah lain, apakah kandungan yang ada pada cairan anti bocor tersebut aman terhadap lapisan dalam ban?
ADVERTISEMENT
Salomon kembali menjelaskan selama permukaan bagian dalamnya tidak mengelupas tidak ada masalah, dalam artian kandungan cairan tidak membuat ban kehilangan fleksibilitas.
"Kami pernah coba ban Corsa (menggunakan cairan anti bocor), karena dilindungi inner liner yang rapat sampai anginnya aja enggak tembus itu jelas aman, asal jangan terkena permukaan yang luka atau terkelupas itu aman," sambungnya.
Ban sepeda motor Corsa (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
Untuk itu sebelum memasang ban dan menggunakan cairan anti bocor, selalu pastikan pemasangannya aman dan tepat. Artinya tidak ada benda lain yang berpotensi merusak bagian dalam ban.
"Ya itu, bagian dalam bisa sobek atau terkelupas waktu masang kecongkel, kan tajam congkelannya. Kalau selama pemasangannya benar dan mulus enggak apa-apa (pakai cairan anti bocor)," tutup Salomon.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan