Hyundai Akui Penjualan Mobil Listrik Awal 2024 di Bawah Ekspektasi

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
COO PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto. Foto: dok. HMID
zoom-in-whitePerbesar
COO PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto. Foto: dok. HMID

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan penjualan mobil listrik pada awal tahun 2024 ini mengalami penurunan. Bahkan torehannya tidak memenuhi prediksi pabrikan.

"Penjualan mobil listrik Hyundai di bawah ekspektasi. Hal ini dapat terlihat sejak bulan sebelumnya," ungkap Suryo, sapaan akrabnya kepada kumparan, Selasa (19/3) malam.

Pengecasan mobil listrik di Banyuwangi. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Mengacu data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada dua bulan pertama tahun ini perusahaan hanya menyuplai 312 unit kendaraan listrik.

Rinciannya 302 unit Hyundai IONIQ 5 dan 10 unit Hyundai IONIQ 6. Distribusi model pertama yang disebutkan lebih banyak, pada Januari misalnya telah terkirim 268 unit. Namun anjlok hanya 34 unit pada Februari 2024.

Demikian halnya dengan Hyundai IONIQ 6 yang pada Januari cuma terdistribusi 7 unit, sisanya 3 unit terjadi pada bulan selanjutnya.

Hyundai IONIQ 6 dan IONIQ 5. Foto: dok. HMID

Padahal bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Hyundai berhasil mengirimkan lebih banyak unit ke jaringan penjualan, yang pada saat itu pabrikan disibukkan dengan banyaknya permintaan. Sehingga suplai terus dilakukan untuk memenuhi pemesanan.

Dua bulan pertama 2023, wholesales Hyundai IONIQ 5 mencapai 447 unit, yang mana pada Januari sebanyak 234 unit dan Februari 213 unit. Belum ada Hyundai IONIQ 6, karena baru didistribusi pada Juli 2023.

Pada bulan-bulan berikutnya tahun lalu, wholesales mobil listrik Hyundai terus mengalami peningkatan. Hingga akhirnya mendominasi sampai akhir tahun dan berkontribusi secara market share untuk total segmen mobil listrik murni sebesar 42,5 persen.

Hyundai IONIQ 5 dan IONIQ 6. Foto: dok. HMID

Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu menggeliat juga berkat dukungan insentif pemerintah, berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai mobil listrik yang ditanggung pemerintah atau PPN DTP, berupa 10 persen dari 11 persen penyerahan kendaraan listrik yang memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Hyundai IONIQ 5 termasuk di dalamnya dengan TKDN 40,0 persen, yang membuat harga jualnya terpangkas untuk semua varian.

Adapun kabar baiknya, program tersebut diperpanjang pada tahun ini. Namun masih harus menunggu Keputusan Menteri Perindustrian perihal model mobil listrik yang mendapat insentif PPN DTP 2024.

"Kami berterima kasih atas diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK 8 Tahun 2024) terkait perpajakan mobil listrik. Kami berharap mendapatkan momentum kembali pasca diterbitkannya regulasi tersebut," pungkas Suryo.