kumparan
30 Mei 2018 14:51 WIB

Ingin Tetap Eksklusif, Suzuki Tutup Kemungkinan Ertiga Jadi Taksi

All new Suzuki Ertiga (Foto: Citra Pulandi Utomo/kumparanOTO)
Armada taksi kerap kali identik dengan model sedan. Tapi seiring berjalannya waktu, ada pergeseran tren yang membuat sedan kini bukan lagi lagi menjadi satu-satunya model yang digunakan untuk armada taksi.
ADVERTISEMENT
Fenomena yang terjadi saat ini adalah mobil-mobil yang mengisi segmen low multi purpose vehicle (LMPV) sudah mulai diberdayakan dan turut ambil bagian untuk menjadi armada taksi.
Toyota misalnya, jenama Jepang itu sudah melempar LMPV mereka, Transmover --Avanza dengan ubahan khusus-- untuk menjadi armada taksi. Belum cukup sampai disitu, Honda pun mulai membuka diri untuk memberikan Mobilio menjadi armada angkutan umum tidak bertrayek. Pun begitu dengan Wuling lewat Conferonya yang diisukan sudah dijadikan unit taksi.
Meski sudah menjadi tren, namun rupanya tidak semua produsen mobil keluarga ini tertarik untuk terjun menghadirkan kendaraan pelat kuning. Suzuki salah satunya.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan bila pihaknya tidak akan mengikuti kompetitor dan menjadikan produk LMPV teranyarnya, all new Suzuki Ertiga sebagai alias taksi konvensional.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur Marketing PT SIS Donny Ismi Saputra yang mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki niatan untuk menjadikan mobil yang menjadi tulang punggung penjualan SIS sebagai armada taksi.
“Demi keekslusifan, all new Ertiga tidak akan dijadikan taksi,” jelas Donny.
Launching All New Ertiga. (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
Bukan tanpa sebab, Donny memaparkan bahwa Suzuki Ertiga menjadi model yang banyak diburu oleh konsumen yang mencari mobil pertama (dan biasanya menjadi kendaraan utama). Banyak dari mereka yang tidak hanya memilih Suzuki Ertiga karena fungsionalitasnya yang bisa mengangkut banyak penumpang, tapi juga mengedepankan sisi emosionalnya.
“Kalau kami jadikan all new Ertiga untuk armada taksi dalam artian dengan pelat kuning, maka secara tidak langsung akan menurunkan sisi eksklusif dari produk kami sendiri. Dan kalau sudah begitu, sudah tidak bisa dikatakan ekslusif karena sudah jadi kendaraan umum,” jelasnya,
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan