kumparan
6 Jan 2019 13:08 WIB

Jangan Lengah, Deteksi Kerusakan Kopling Mobil Lebih Dini

Ilustrasi kaki kiri pada pedal kopling mobil manual (Foto: dok. Shutter Stock)
Cuek akan kondisi kendaraan yang sering kita gunakan, nampaknya bukan perilaku yang patut ditiru. Pasalnya, bila ada yang tak beres pada komponen mobil, kita tak bisa mengantisipasi lebih dini, dan bakal merugikan bila kerusakan terjadi tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
Salah satu komponen yang cukup penting misalnya kampas kopling. Mobil bisa kehilangan tenaga, bahkan bisa-bisa gigi persneling tidak bisa dipindahkan saat mobil dikendarai.
Kondisi tersebut bakal menjengkelkan saat terjadi di tengah jalan, apalagi ketika kita sedang terburu-buru.
Nurrahman Adi Saputra, Kepala Bengkel Auto2000 Lampung Raden Intan, coba memberikan beberapa saran sebagai bekal untuk mendeteksi lebih awal, gejala-gejala ketika kampas kopling sudah perlu dicek ke bengkel, atau harus mengalami penggantian.
Pertama, ciri-ciri awal yang cukup kentara adalah, tenaga mobil terasa berkurang, atau istilahnya ngempos, khususnya pada saat melalui jalan menanjak.
Kedua, tercium adanya bau atau aroma seperti gosong. Terutama, apabila gesekan pada sistem kopling cukup besar dalam waktu yang lama.
Kemudian ketiga, ciri lainnya yaitu, bila kita akan memasukkan gigi persneling ke posisi 3, kemudian kopling dilepas dan kendaraan masih bisa berjalan, atau mesin tidak mati, itu bisa diartikan kalau kopling mengalami slip.
ADVERTISEMENT
Terkait dengan penggantiannya sendiri, atau sesuai dengan hitung-hitungan pabrik, Nurrahman menyebut di angka 50.000 km atau 2,5 tahun sekali untuk kampas kopling.
“Namun, angka tersebut tidak jadi patokan ya, kembali lagi itu semua tergantung dari pemakaian,” kata Nurrahman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan