Lewat Turki, Pabrikan Otomotif China Bakal Ekspansi Pasar Eropa

4 Juni 2024 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana pabrik produsen otomotif asal China, GAC Aion, di Guangzhou, China, Selasa (28/5). Foto: kumparan/Angelina Anjar
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pabrik produsen otomotif asal China, GAC Aion, di Guangzhou, China, Selasa (28/5). Foto: kumparan/Angelina Anjar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pabrikan mobil asal China tengah gencar melakukan ekspansi untuk pengembangan jaringan bisnis di berbagai belahan dunia. Hal ini mencakup strategi produksi dan pemasaran dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Fleet Europe, China telah membangun hubungan kuat dengan Turki yang memiliki fasilitas produksi kendaraan yang dipasok ke pasar Eropa.
Turki menjadi negara yang potensial untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik China, karena lokasinya bisa menghubungkan pasar Asia dan Eropa. Negara transkontinental itu juga punya perjanjian serikat pabean dengan Uni Eropa.
Bendera Turki terlihat saat warga berkumpul di luar Hagia Sophia di Istanbul, Turki, Jumat (10/7). Foto: Murad Sezer/REUTERS
Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Fatih Kacir mengkonfirmasi, saat ini pemerintah Turki tidak hanya berdiskusi dengan BYD dan Chery, tapi juga dengan SAIC dan Great Wall Motor.
“Kami ingin menyelesaikan pembicaraan secepat mungkin. Kami telah menempuh perjalanan jauh dengan keduanya,” ujarnya kepada Bloomberg disitat dari Reuters.
Lebih lanjut, disitat dari Carscoops, penjualan BEV di Turki juga laris manis dan menyumbang 7,5 persen dari seluruh penjualan mobil baru pada tahun 2023. Angka tersebut diperkirakan melonjak sekitar 30,4 persen pada tahun 2032.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan istrinya Emine Erdogan (kiri) foto bersama di depan Togg T10X, mobil listrik produksi dalam negeri pertama Turki di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki, Senin (3/4/2023). Foto: Adem ALTAN / AFP
Sadar akan potensi merek asing masuk, maka untuk melindungi TOGG --mobil listrik buatan Turki--, negara tersebut akan memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 40 persen untuk kendaraan listrik yang dibuat di China.
Han EV di Pabrik BYD Foto: dok. BYD
Direktur Pelaksana BYD Eropa Michael Su bilang, perusahaannya tertarik dengan pabrik Eropa kedua untuk mendukung pabrik yang sedang dibangun di Hongaria.
ADVERTISEMENT
Pabrik BYD di Hongaria bisa memproduksi 200 ribu kendaraan setiap tahunnya. Tapi, jumlah tersebut masih kurang apabila BYD ingin jadi pemimpin produsen mobil listrik di tahun 2030.