Masih Sadar, Apa yang Harus Dilakukan Pengemudi Mobil Pasca Alami Kecelakaan?

2 April 2020 13:30 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tabrakan mobil. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tabrakan mobil. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Salah satu bahaya yang bisa ditimbulkan saat terjadinya kecelakaan mobil, adalah adanya potensi mobil terbakar. Ya, situasi tersebut juga yang terjadi pada kecelakaan tragis yang melibatkan Toyota Avanza, Volkswagen Golf, dan SUV Mercedes-Benz di tol dalam kota, Selasa (31/1) sore.
ADVERTISEMENT
Kecelakaan tragis itu pun menewaskan 1 orang korban jiwa, yang merupakan pengemudi dari Toyota Avanza, berinisial YW. Sang pengemudi diduga belum sempat menyelamatkan diri setelah kecelakaan dan harus ikut tewas terbakar di dalam mobil.
Belajar dari kecelakaan tragis tersebut dan kecelakaan lainnya, senior instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan bahwa setiap pengemudi harus memahami dan mengetahui apa yang dinamakan respons tanggap darurat saat situasi kecelakaan jalan raya.
“Seyogyanya semua orang siapapun yang melakukan pekerjaan berisiko tinggi, antara lain mengendarai motor atau mobil, sewajarnya mereka mempunyai gambaran respons tanggap darurat dalam aktivitas tersebut,” ucap Jusri kepada kumparan, Rabu (1/4) siang.
Sebuah mobil Toyota Avanza terbakar di Tol Dalam Kota Arah Slipi. Foto: Dok. Damkar Jakarta Barat.
Lanjut Jusri, dengan memahami gambaran respons tanggap darurat, maka dapat mempercepat evakuasi seseorang yang terlibat kecelakaan untuk keluar dari permasalahan. Selain itu, dengan memahami gambaran respons tanggap darurat tersebut, pengemudi juga jadi bisa memerintahkan atau memberikan informasi kepada orang lain yang hendak membantu agar dapat bertindak sesuai arahannya.
ADVERTISEMENT
“Ini yang penting, terkadang banyak orang yang tujuannya ingin membantu, namun karena tidak paham apa yang harus dilakukan maka justru jadi memperparah situasi atau kondisi korban itu sendiri. Oleh karena itu, dengan kita sebagai korban yang paham, bisa membantu mengarahkan mereka,” jelas Jusri.
Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas. Foto: Shutterstock
Lebih jauh Jusri memaparkan setidaknya ada 4 hal yang penting yang harus dipahami mengenai respons tanggap darurat saat mengalami kecelakaan di jalan raya. Berikut kumparan sajikan ulasan singkatnya.

1. Jangan panik

Hal pertama yang harus ditanamkan dalam diri seseorang saat sedang mengalami kecelakaan, adalah jangan panik. Karena dengan situasi panik justru akan merusak referensi respons tanggap darurat selanjutnya yang sudah ada di kepala kita.
Pasalnya, bila kita panik dan tidak berusaha bersikap tenang, justru berpotensi menghilangkan kesadaran dan logika berpikir. Sehingga bukan tidak mungkin justru kita akan menjadi bingung harus berbuat apa dan berpotensi salah bertindak.
ADVERTISEMENT
“Contohnya kalau kita panik dan asal bertindak, misal saat mobil terbalik, kita tanpa sadar karena terburu-buru main melepas seatbelt saja. Akibatnya, karena posisi kita terbalik, saat kita melepas seatbelt tadi yang ada kita jatuh kepala duluan dan cedera parah pada kepala dan leher. Jadi hal seperti itu yang harus dihindari,” terang Jusri.
Ilustrasi kecelakaan. Foto: ANTARA FOTO

2. Cek kondisi tubuh

Setelah berhasil menenangkan diri, selanjutnya korban bisa mencoba menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, pastikan juga kesadarannya sudah membaik. Dengan mengetahui kondisi tubuh kita, maka itu juga bisa menjadi informasi untuk orang di sekitar yang mungkin berniat hendak menolong kita.
“Jadi jangan sampai orang main asal angkat atau nekuk tanpa tahu kondisi korban masih sehat atau mengalami patah tulang atau cedera lain,” beber Jusri.
ADVERTISEMENT

3. Segera keluar dan menjauh

Bila masih dalam keadaan sadar dan kondisi tubuh tidak mengalami cedera serius, maka segeralah keluar dari mobil dan menjauh dari mobil tersebut.
“Karena bisa saja, lokasi kejadian tadi menimbulkan kejadian atau kecelakaan berikutnya, apalagi bila kecelakaan itu terjadi di jalan tol yang punya risiko tinggi,” papar Jusri.
Pastikan juga saat keluar dari mobil dan menjauh dari lokasi kejadian, situasi di sekitar kejadian sudah dalam kondisi aman.
Sebuah mobil Toyota Avanza terbakar di Tol Dalam Kota Arah Slipi. Foto: Dok. Damkar Jakarta Barat.

4. Hubungi pihak-pihak yang kompeten

Selanjutnya bila sudah dalam kondisi aman dan menjauh dari lokasi kejadian, maka baru segera hubungi pihak-pihak yang berkompeten seperti, polisi, ambulans, atau petugas jalan tol untuk segera meminta bantuan evakuasi.
Dengan memahami keempat respons tanggap darurat kecelakaan jalan raya tersebut, dikatakan oleh Jusri akan sangat membantu sekali dalam meminimalisir dampak buruk akibat kecelakaan. Meski begitu, Jusri selalu mengingatkan agar keempat hal itu selalu diingat dan ditanam dalam diri setiap pengemudi atau pengendara.
ADVERTISEMENT
Sebab, bila hal itu tidak ditanamkan dan dipahami dengan baik, bukan tidak mungkin akan terlupa manakala kita mengalami kecelakaan.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!