Otomotif
·
18 Oktober 2020 12:33

Mercedes-Benz Setop Produksi Mobil Manual, Kenapa?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mercedes-Benz Setop Produksi Mobil Manual, Kenapa? (74091)
Logo Mercedes Benz Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Mercedes-Benz berencana untuk berhenti memproduksi mobil transmisi manual pada seluruh jajaran model terbarunya.
ADVERTISEMENT
Jenama asal Jerman itu beralasan, permintaan pasar akan varian tersebut terus turun. Malah dianggap, penjualan mobil manual kurang menarik lagi dan tak begitu menguntungkan.
Kami akan mengurangi line up produk mesin pembakaran internal hingga 40 persen pada 2025 dan 70 persen pada 2030. Termasuk juga kami tidak akan lagi menghadirkan mobil bertransmisi manual pada jangka menengah," kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Mercedes-Benz, Markus Schaefer, seperti dikutip dalam The Drive.
Saat ini, beberapa produk Mercedes-Benz khususnya varian termurah memang masih menyediakan pilihan transmisi manual, seperti pada C-Class, B-Class, A-Class, CLA, serta 2 sedan roadster SLC dan SLK.
Mercedes-Benz Setop Produksi Mobil Manual, Kenapa? (74092)
Mercedes-Benz Manual. Foto: dok. The Drive

Fokus ke mobil listrik dan otonomos

Selain penjualan mobil manual yang terus menurun, tujuan lainnya adalah sebagai upaya penghematan guna memenangkan persaingan di segmen mobil mewah.
Ya, dengan tak ada laginya mobil bertransmisi manual, maka Mercedes-Benz dapat melakukan penghematan dalam hal biaya pengembangan, serta pilihan platform yang ada.
Dengan begitu, Mercedes-Benz dapat memfokuskan diri dalam mengembangkan platform khusus mobil elektrifikasi dan otonomos.
Mercedes-Benz Setop Produksi Mobil Manual, Kenapa? (74093)
Tampilan Samping Mercedes-Benz EQV 2020 Foto: dok. Carscoops
Ke depannya, Schaefer mengatakan, Mercedes-Benz akan meluncurkan 6 model baru mobil elektrifikasi. Keenam mobil tersebut direncanakan hadir dalam pilihan hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)