Mini Cooper Mark III

MINI Cooper Mark III: Sebuah Sentuhan Personal

15 Februari 2020 10:51
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Eksistensi MINI Cooper sebagai salah satu mobil legendaris yang ikonik, memang sudah tidak perlu diragukan lagi.
Nama MINI Cooper pun semakin berkibar melalui serial televisi Mr. Bean pada era 90an dan The Italian Job di tahun 2003. Kala itu, kedua film tersebut sama-sama menampilkan MINI Cooper sebagai mobil tokoh utamanya.
Itulah yang membuat Maureen Tobing tertarik dengan MINI Cooper klasik.
“Yang pertama karena dulu gue lihat di film Mr. Bean waktu kecil, terus juga lihat lagi di film The Italian Job. Kok ini mobil unik ya dan lucu,”cerita Maureen kepada kumparan beberapa waktu lalu.
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal

Pencarian yang tidak mudah

Tahun 2008, menjadi awal perburuan Maureen untuk mencari MINI Cooper klasik. Tentu saja, mencari mobil mungil tersebut tidak semudah yang dibayangkan.
Berbagai informasi terus dirinya cari, seperti di koran, internet, bengkel, hingga kolektor mobil klasik. Sayangnya,mencari sebuah MINI Cooper klasik dengan kondisi layak, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.
Tampilan depan Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan depan Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Kelangkaan unit bahan, serta harganya yang terus naik, menjadi beberapa alasannya.
“Wah iya lama memang, lihat satu-satu. Nanya terus nawar, enggak cocok ya sudah cari lagi. Terus-terusan begitu sampai akhirnya nemu yang ini, ya sudah cocok,” kenang Maureen.
Tampilan samping Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan samping Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Butuh waktu hingga 7 tahun bagi Maureen untuk akhirnya mendapatkan MINI Cooper Mark III berkelir merah pada tahun 2015.
“Waktu itu pas pertama kali nyobain MINI, wah kopling berat, terus setir berat, tapi kok feel-nya beda gitu loh. Ada rasa fun tersendiri, saat gue berada di balik setir MINI,” ucap Maureen.
Baginya, mobil tersebut memiliki keunikan tampilan dan rasa berkendara yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan, saking cintanya Maureen pada mobilnya tersebut, sebuah nama “Meeno” pun dirinya sematkan.
Meeno The Mini Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Meeno The Mini Foto: Muhammad Ikbal
Maureen meyakini, setiap mobil klasik yang dicintai oleh pemiliknya, seperti memiliki nyawa tersendiri. Tidak heran, bila dirinya menganggap Meeno sudah seperti anaknya sendiri.
“Rasanya kalau lama enggak ketemu itu, kangen banget. Minimal bisa masuk manasin saja sudah senang banget. Gue merasa, mobil ini tuh sebagai pelengkap kebahagiaan gue sih,” ucap Maureen.
Tampilan belakang Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan belakang Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal

Proses Restorasi

Tentu saja, kondisi MINI Cooper yang Maureen dapatkan saat itu masih dalam kondisi bahan. Restorasi total pun wajib hukumnya untuk dilakukan oleh Maureen.
Tak tanggung-tanggung, seluruh bagian pada Meeno ditanggalkan. Catnya yang sudah tidak layak, dikerok habis untuk dicat ulang.
“Jadi pas saya dapat ini mobil kan warnanya merah, nah ternyata pas dikerok didalamnya ada warna hijau dan biru. Jadi ya kerok habis tuh semua, merah, hijau, biru,” beber Maureen.
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Pada proses restorasi ini, Maureen memilih tema Innocenti yang merupakan single tuner MINI Cooper, sebagai konsep restorasi mobilnya.
“Sparepart dan aksesorinya yang enggak banyak di Indonesia. Jadi ya mau enggak mau harus cari akal, gimana caranya supaya looks like Inocenti,” terang Maureen.
Emblem Innocenti Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Emblem Innocenti Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal

Spesifikasi

  • Mini Cooper Mark III (Innocenti)
  • Tahun 1979
  • Mesin 1.000 cc, Single Karburator 1 ¾
  • Transmisi Manual

Galeri Foto:

Tampilan belakang Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan belakang Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Badge Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Badge Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Kaca spion Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Kaca spion Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Lampu depan Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Lampu depan Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Tutup bensin Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Tutup bensin Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Instrumen cluster Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Instrumen cluster Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Setir Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Setir Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Panel dasbor Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Panel dasbor Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Interior Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Cover Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
zoom-in-whitePerbesar
Cover Mini Cooper Mark III Foto: Muhammad Ikbal
Edisi kesepuluh OTOHITZ membahas tema besar tren Low MPV berpenampilan SUV, peluncuran Suzuki XL7, sajian tips, modifikasi, hingga uji performa Xpander Cross.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten