Kumparan Logo
Test drive Wuling Almaz
Test drive Wuling Almaz menyusuri jalan kebun kelapa sawit di Sukabumi

Mitos atau Fakta: Setir Cepat Rusak Bila Mobil Dibelokkan Dalam Kondisi Diam?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Test Drive Wuling Almaz, posisi tangan yang benar saat menggenggam setir Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Test Drive Wuling Almaz, posisi tangan yang benar saat menggenggam setir Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Ada mitos yang berkembang di dunia otomotif, salah satunya soal membelokkan atau memutar lingkar kemudi, bisa membuat komponennya cepat rusak apabila mobil dalam keadaan diam sesaat.

Kondisi ini sering dilakukan saat sedang parkir dan tentunya dalam keadaan mesin mobil hidup. Guna mengubah haluan mobil, ban depan harus diarahkan dulu dalam posisi diam, sehingga memudahkan nantinya saat bergerak.

Wuling Cortez. Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Namun yang jadi pertanyaannya, amankah hal tersebut jika dilakukan? Maksudnya, apakah akan berpengaruh terhadap durabilitas komponen setir?

Menjawab ini, Product Planning PT SGMW (Wuling) Motors Indonesia, Danang Wiratmoko menjelaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari perilaku tersebut. Artinya hal tadi belum bisa dikatakan fakta.

"Pada dasarnya, memutar setir tanpa mobil bergerak itu memberi 'beban yang tidak perlu' buat komponen steering," kata Danang saat dihubungi kumparan, Rabu (8/4).

Posisi tangan 9-3 pada setir kemudi yang dianjurkan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

"Tapi sejauh yang saya tahu, mobil-mobil modern (yang sudah menggunakan power steering) kekuatan komponennya sudah bagus kok. Kuat lah untuk menghadapi cobaan tersebut," lanjut Danang.

Justru katanya yang bisa rusak ketika berulang melakukan hal tadi adalah ban depan yang cepat aus alurnya. Ini seperti satu sisi ban dipaksa bergesekan dengan permukaan jalan, sehingga menyebabkan area yang bergesekan tadi cepat rusak.

"Kalau mobilnya diam tapi setir diputar, permukaan ban yang paling bawah kan jadi pivot-nya. Jadi ban seperti diparut," tambah Danang.

Test drive Wuling Almaz menyusuri jalan kebun kelapa sawit di Sukabumi Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Maka dari itu untuk meminimalisir hal tersebut biasakan ketika memindahkan mobil, dibarengi dengan pergerakan ban maju atau mundur dulu, baru putar kemudinya ke arah yang dikehendaki supaya friksi ban berkurang dan tidak terpusat di satu area saja.

"Jika dianalogikan mungkin seperti orang minum obat, dilakukan ketika perlu maka tidak apa-apa, sementara bila dijadikan kebiasaan bisa berefek buruk pada ban mobil," tuntas Danang.

collection embed figure

***