kumparan
29 Mar 2018 19:31 WIB

Nissan Rencanakan Program Tukar Tambah Baterai Mobil Listrik

2018 Nissan LEAF (Foto: dok. Nissan)
Era dominasi mobil listrik di masa depan akan memberikan pengalaman baru mengendarai mobil tanpa suara alias hening tanpa ada pembakaran bahan bakar di ruang mesin.
ADVERTISEMENT
Namun di saat yang bersamaan, mobil listrik juga mengancam lingkungan dengan limbah pada baterai bekas mobil listrik, apalagi kebanyakan mobil listrik menggunakan baterai tipe lithium-ion yang nyatanya memiliki kandungan berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.
Laporan U.S. Environmental Protection Agency (EPA) tahun 2013, menyebutkan baterai lithium-ion yang menggunakan kandungan kimia seperti nikel dan kobalt memiliki potensi dampak kerusakan lingkungan paling tinggi. Tidak hanya itu, kandungan lain seperti merkuri, timbal, lithium, nikel, dan seng juga termasuk kandungan yang paling berbahaya bagi mahluk hidup.
Untuk mencegah penggunaan baterai bekas atau limbah baterai, beberapa pabrikan mobil listrik sudah mengumumkan berbagai cara penggunaan kembali baterai listrik untuk mencegah penyalahgunaan. Salah satunya Nissan yang sudah mencanangkan program daur ulang (recycle) baterai listrik.
Isi ulang daya Nissan Leaf (Foto: dok. autoevolution)
Pabrikan asal Jepang itu menawarakan baterai pengganti untuk Nissan Leaf dengan harga yang lebih murah. Bukan baterai dengan kualitas rendah, Nissan menjualnya dengan sistem tukar tambah. Caranya konsumen cukup menyerahkan baterai bekasnya kepada Nissan dan selanjutnya Nissan akan memberikan potongan harga pada baterai baru yang mereka jual.
ADVERTISEMENT
Langkah yang menguntungkan konsumen tentunya, karena baterai baru yang dijual Nissan seharga 6.200 Dolar Amerika atau sekitar Rp 85 juta (nilai tuker per 29 Maret 2018), sementara dengan menggunakan sistem tukar tambah, konsumen hanya membayar 2.850 dolar Amerika atau membayar kurang dari setengahnya.
Lalu bagaimana nasib baterai bekas dari konsumen? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Nissan akan mendaur ulang baterai tersebut untuk mencegah penyalahgunaan baterai bekas.
New Nissan LEAF (Foto: Nissan)
Lebih lanjut Nissan sudah menggandeng 4R Energy Corporation dan pemerintah setempat untuk bekerja sama mendaur ulang baterai pada Nissan Leaf. Hasil dari proses daur ulang nantinya dapat digunakan untuk menyalakan lampu jalan. Sebagai awalan, kota Naime di Jepang ditunjuk sebagai pilot project program Nissan ini.
ADVERTISEMENT
Nissan Leaf menjadi mobil listrik paling sukses di pasaran saat ini. Generasi keduanya dikenalkan pada akhir 2017 lalu dan telah dipesan lebih dari 20 ribu unit di seluruh Eropa. Total Nissan Leaf yang sudah terjual dari generasi pertama yang dikenalkan pada 2010 silam sebanyak 300 ribu unit. Keberhasilan tersebut mendorong Nissan untuk menjual lebih banyak lagi Leaf pada tahun 2022 sebanyak 1 juta unit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan