Otomotif
·
2 Mei 2020 8:47

Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu (83268)
Ilustrasi pelat nomor kendaraan bermotor Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau biasa disebut pelat nomor kerap disepelekan. Padahal keberadaannya menjadi petunjuk pertama untuk identifikasi registrasi kendaraan, selain STNK dan BPKB.
ADVERTISEMENT
Menurut Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus, penggunaan pelat nomor tidak boleh sembarangan. Pemilik kendaraan wajib mematuhi bentuk, ukuran, bahan, dan letak pemasangannya, termasuk tidak boleh dimodifikasi.
Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu (83269)
Ilustrasi pelat nomor kendaraan bermotor Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
"Ini kan sesuai di Perkap 5 tahun 2012, sebagai bukti legitimasi operasional kendaraan bermotor yang diterbitkan oleh polisi (termasuk STNK dan BPKB)," kata Martinus kepada kumparan belum lama ini.
Pada Pasal 68 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 dijelaskan pelat nomor harus sesuai secara bentuk, ukuran bahan, warna, dan cara pemasangan. Sedangkan pada Perkapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 10 menyebut, pelat nomor harus berisikan kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.
Selain itu, pelat nomor harus memiliki unsur-unsur pengaman seperti logo Korlantas, dan pengaman lain sebagai penjamin legalitas, sesuai pada Pasal 39 Ayat 2.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada Ayat 5 ditegaskan pelat nomor yang tidak dikeluarkan Korlantas Polri dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku.
Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu (83270)
Barang bukti STNK dan TNKB palsu bernomer khusus yang di gelar saat konferensi pers di Lobi Polres Jakarta Utara, Tanjung Priok, Selasa (27/8). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sementara Ayat 6 menyebut pelat nomor harus dipasang pada bagian sisi depan dan belakang pada posisi yang telah disediakan pada masing-masing kendaraan bermotor.
Jika melanggar tentu ada konsekuensi hukum yang harus diterima pemilik kendaraan. Menurut Martinus, ini sesuai dengan Pasal 288 Ayat 1 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009.
"Dalam Undang Undang Lalu Lintas ada pasal 288 ayat 1 kalau orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan tanda nomor kendaraan bermotor sesuai ketentuan ditetapkan kurungan 2 bulan atau denda 500 ribu," ujarnya.
Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu (83271)
Mobil yang merupakan barang bukti investasi bodong Foto: Aldis Tannos/kumparan
Pelat Nomor Cantik
Berbeda dengan pelat nomor khusus atau pelat nomor cantik yang memiliki rangkaian kode angka dan huruf sesuai keinginan pemilik kendaraan. Namun penerbitannya tetap sesuai prosedur dari Korlantas.
ADVERTISEMENT
Permohonan penerbitannya bisa dilakukan di Samsat dengan pengenaan tarif sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Polri. Sementara penggunaannya hanya berlaku 5 tahun untuk satu kepemilikan kendaraan.
Pasang Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu (83272)
Polisi menunjukan STNK dan TNKB bernomer khusus palsu di Lobi Polres Jakarta Utara, Tanjung Priok, Selasa (27/8). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Berikut tarif resmi pelat nomor cantik pada PP Nomor 60 Tahun 2016:
1. NRKB pilihan untuk satu angka
  • Tidak ada huruf di belakang angka Rp 20.000.000
  • Ada huruf di belakang angka Rp 15.000.000
2. NRKB pilihan untuk dua angka
  • Tidak ada huruf di belakang angka Rp 15.000,000
  • Ada huruf di belakang angka Rp 10.000.000
3. NRKB pilihan untuk tiga angka
  • Tidak ada huruf di belakang angka Rp 10.000.000
  • Ada huruf di belakang angka Rp 7.500.000
ADVERTISEMENT
4. NRKB pilihan untuk empat angka
  • Tidak ada huruf di belakang angka Rp 7.500.000
  • Ada huruf di belakang angka Rp 5.000.000
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.