Pemerintah Kaji Soal Insentif Mobil Hybrid

15 Februari 2024 11:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mobil Wuling Almaz Hybrid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Wuling Almaz Hybrid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih didominasi mobil hybrid. Inilah yang mendorong pemerintah mengkaji pemberian insentif pada produk kendaraan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Tadi pembicaraan antara industri dan presiden meminta adanya insentif untuk hybrid," terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di pameran IIMS 2024 di JIExpo Kemayoran, Kamis (15/2).
"Dan kalau kita lihat saat ini penjualan kendaraan hybrid lebih tinggi dari EV (mobil listrik) sehingga hybrid jadi solusi menengah, akan dikaji," lanjut Airlangga.
Mengutip data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Gaikindo, penjualan mobil hybrid sepanjang 2023 menyumbang kontribusi hingga 5,4 persen dari total suplai kendaraan roda empat dan lebih.
Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Secara angka, ada 54.179 mobil hybrid yang terjual tahun lalu. Sementara porsi mobil listrik sebesar 1,7 persen atau sebanyak 17.051 unit.
Selebihnya penjualan mobil tahun lalu ditopang oleh segmen LCGC sebesar 20,4 persen atau 204.705 unit, dan kendaraan lainnya di luar LCGC yakni 72,6 persen atau sebanyak 729.739 unit.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya sejumlah pabrikan meminta pemerintah juga turut memberikan insentif produk mobil hybrid. Jadi tidak hanya mobil listrik murni yang mendapatkan perhatian.
Sebab jenis kendaraan hybrid juga lebih efisien terhadap konsumsi bahan bakar dan turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas buang.
Honda CR-V Hybrid. Foto: dok. HPM
“Kami terus terang berharap hybrid termasuk pengurangan gas karbon yang juga besar, walaupun belum nol. Bila dapat insentif sangat baik menurut kami,” kata Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.
Toyota Indonesia juga termasuk perusahaan yang mendorong pemerintah turut memberi insentif kepada mobil hybrid.
"Masih menunggu tambahan insentif dari pemerintah supaya bisa lebih terjangkau. Artinya bisa menurunkan penggunaan bahan bakar yang signifikan bisa 50 persen idealnya harus dapat insentif, itu juga kan buat konsumen, terang Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.
ADVERTISEMENT