kumparan
Otomotif10 Januari 2020 8:54

Penjualan Daihatsu Xenia Turun Sejak 2014, Apa Penyebabnya?

Konten Redaksi kumparan
Otomotif, Daihatsu Xenia, xenia baru, mobil baru 2019
Daihatsu Xenia facelift dengan lampu utama LED. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Penjualan produk kolaborasi Toyota dan Daihatsu, Avanza dan Xenia, cukup berhasil menyita perhatian pasar mobil Low MPV. Namun berbeda dari Avanza, penjualan Xenia cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Menurunnya penjualan retail Xenia dimulai pada tahun 2014. Kala itu Xenia hanya mampu memenuhi 24 persen marketshare Daihatsu yang dipimpin oleh GranMax sebesar 29 persen.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, menyebut penyebabnya yaitu pabrik Daihatsu yang kini lebih banyak melayani permintaan ekspor produk Toyota sehingga terjadi over kapasitas.
“Akhirnya kami prioritaskan permintaan Terios yang diekspor dalam bentuk Rush yang naiknya luar biasa dan juga untuk memenuhi permintaan Toyota sebagai kostumer Daihatsu,” kata Amelia Tjandra di Head Office PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (9/1).
Daihatsu Xenia
Daihatsu Xenia Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Menyiasati masalah tersebut, kini Daihatsu mengubah strategi untuk fokus pada produksi dan penjualan Sigra. Ini dilakukan untuk mempertahankan posisi ke-2 di pasar otomotif nasional.
ADVERTISEMENT
“Untuk mencapai posisi nomor 2 kita ubah strategi penjualannya untuk fokus ke Sigra sehingga penjualan Sigra saat LCGC turun justru malah naik.
Sigra sendiri sudah menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu dari 2017 hingga 2019. Data internal Daihatsu mencatat Sigra menguasai 29 persen penjualan mobil jenama berlambang huruf D itu, sementara Gran Max ada di posisi kedua sebesar 21 persen dan Xenia di bawahnya dengan 16 persen.
Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019
Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Terlebih, menurut Amel—sapaan akrabnya— kapasitas pabrik di Karawang yang memproduksi Sigra masih cukup. Sebagai gantinya, Daihatsu saat ini juga memprioritaskan produksi saudara Xenia, Avanza, agar penjualannya bertahan di posisi pertama.
“Xenia (menurun) karena kita tidak punya kapasitas dan lagi kompetisi di sana (LMPV) sangat ketat. Kami percaya Avanza bisa bertahan di nomor 1 jika produksi cukup, jadi tentu kita prioritaskan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan