Perjalanan Penuh Cerita Bersama Mitsubishi Destinator

26 November 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perjalanan Penuh Cerita Bersama Mitsubishi Destinator
Perjalanan mengukir cerita perjalanan bersama Mitsubishi Destinator. #kumparanOTO
kumparanOTO
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Mesin Mitsubishi Destinator kami hidupkan dari kantor kumparan untuk melakoni Eco Journey menuju destinasi favorit masyarakat Indonesia: Yogyakarta. Dalam beberapa hari ke depan, SUV Family 7-seater ini akan menemani aktivitas kru kumparanOTO dalam mengeksplorasi sekaligus menguji fiturnya.
Mitsubishi Destinator menjadi amunisi baru tiga berlian. Produk yang kreatif dan berhasil menciptakan standar baru sebuah kendaraan keluarga dengan DNA SUV. Mobil ini secara iterasi, mengisi kekosongan antara Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero Sport.
Sebuah kombinasi dua produk jagoan Mitsubishi membuat Destinator menjadi menarik. Mulanya banyak yang beranggapan mobil ini hanya sekadar X-Force yang dipanjangkan. Namun rasanya setelah bersama Mitsubishi Destinator selama beberapa hari, anggapan itu tidak sepenuhnya benar dan membuat produk ini menjadi menarik.
Tidak heran hingga akhirnya Mitsubishi Destinator, SUV Family jadi perbincangan. Apresiasi positif dari konsumen pun sangat positif. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah mengantongi lebih dari 11 ribu surat pemesanan kendaraan (SPK) Mitsubishi Destinator. Tak berhenti di sana, Mitsubishi Destinator sukses menyabet 14 penghargaan dari berbagai institusi.
Oke, berbekal mesin 1.5L turbo berkode 4B40 bertenaga 160 daya kuda dan torsi 250 Nm, perjalanan darat lintas Jawa menjadi ajang tepat untuk menguji kombinasi tenaga, efisiensi, dan teknologi.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Dalam 130 kilometer awal, kami mencoba mengoptimalkan efisiensi bahan bakarnya. Tentu kami tidak buat-buat dan berkendara normal -- seperti halnya berkendara bersama keluarga tercinta. Angka pada MID menunjukkan konsumsi yang dicatatkan 16,6 km/liter.
Perjalanan Jakarta – Yogyakarta melalui Tol Trans Jawa adalah pengalaman yang penuh repetisi: jalan lurus, panjang, kadang sedikit terhambat karena perbaikan jalan, kadang lengang. Di sini Normal Mode jadi andalan. Mode ini menjaga keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, tenaga, dan kenyamanan.
Memasuki ruas tol Semarang, perjalanan disambut hujan. Kami memanfaatkan Wet Mode. Pengendalian terasa lebih halus. Mobil seolah menempel ke jalan, mencegah roda kehilangan grip. Rasanya aman, tanpa drama, bahkan saat tikungan basah yang licin.
Begitu sinar matahari jatuh, multi-color Ambient Lighting yang bisa diatur sesuai mood membuat perjalanan menjadi mewah. Hiburan sepanjang perjalanan juga makin asyik dengan dukungan Dynamic Sound YAMAHA Premium. Rasanya seperti duduk di ruang tamu pribadi, bukan mobil, saking nyamannya.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Bagi penumpang baris kedua, aktivitas perjalanan juga makin nyaman dengan dukungan meja lipat yang multifungsi. Saat malam hari dan perlu menyalakan lampu, pancaran sinar pun tidak membuat silau pengendara di depan. Di sinilah sebuah fitur sederhana tapi bisa memberikan kenyamanan menjadi nilai tambahnya.
Ketika lelah, Adaptive Cruise Control (ACC) jadi penyelamat. Mobil menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, memberi ruang untuk pengemudi sekadar meluruskan punggung tanpa khawatir kecepatan melonjak.

Malam Pertama di Prawirotaman

Perjalanan hari pertama memang cukup panjang. Maklum karena kami harus sesekali berhenti dan mengambil dokumentasi. Jam menunjukkan pukul 22.00 dan kami akhirnya tiba di Prawirotaman, kawasan populer bagi turis mancanegara. Suasana kampung kosmopolitan ini penuh kafe, hostel, dan mural seni jalanan.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: Dok. kumparan
Kami memilih Por Aqui Stay & Dine untuk beristirahat. Hotel ini punya nuansa tropis dengan sentuhan modern, cocok untuk melepas penat setelah berjam-jam berkendara. Lagi-lagi, kepraktisan Hands-free Electric Power Tailgate terasa: cukup ayunkan kaki di bawah bumper, bagasi terbuka otomatis. Semua koper langsung keluar tanpa perlu repot.
Malam itu kami tak banyak aktivitas. Sekadar duduk sekitar hotel, menikmati langit Yogya, sembari berdiskusi rute untuk esok hari.
Pagi hari, perjalanan dimulai dengan rute menanjak ke arah utara, menuju kaki Gunung Merapi. Kali Talang, destinasi ikonik di ketinggian, menawarkan pemandangan langsung ke puncak Merapi. Di sini kami mencoba mengaktifkan Gravel Mode.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Traksi terasa lebih mantap. Mobil tidak mudah goyah meski roda melintasi jalur berbatu. Suspensi menyerap guncangan dengan baik, memberi rasa percaya diri. Dari kabin, pandangan ke luar jendela tersaji panorama gagah Gunung Merapi yang kadang tertutup kabut.
Dukungan fitur panoramic sunroof menjadi menambah keseruan perjalanan. Dari sini semua penumpang bisa menikmati pemandangan hijau menuju kaki gunung.

Kuliner dan Cerita Budaya

Dari pegunungan, perjalanan kembali ke pusat kota. Persinggahan berikutnya: Filosofi Kopi. Tempat ini bukan sekadar coffee shop. Ia adalah ruang cerita—tentang secangkir kopi yang membawa makna.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: Dok. kumparan
Di sinilah Yogya terasa begitu hidup, dan kami pun ikut larut dalam atmosfernya.
Siang menjelang sore, kami menuju Warung Bu Ageng di Prawirotaman. Tempat makan legendaris ini dirintis budayawan Butet Kartaredjasa.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
“Warung Bu Ageng di Yogyakarta bukan sekadar tempat makan. Dirintis budayawan Butet Kartaredjasa, warung ini menghadirkan masakan rumahan Jawa dari resep keluarga. Mulai dari brongkos, eyem penggeng, hingga sayur lodeh—semua tersaji hangat, penuh rasa dan cerita. Dengan suasana rumah Jawa yang akrab dan artistik, Warung Bu Ageng adalah perayaan sederhana tentang kebersamaan dan cinta pada kuliner nusantara.”
Meja kayu, dekorasi seni Jawa, dan tawa pengunjung menambah hangat suasana. Di sinilah kami sadar bahwa perjalanan bukan hanya soal jarak, tapi juga cerita di tiap gigitan makanan.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Seperti salah satu menu yang kami pesan: eyem penggeng. Rebusan ayam kampung dengan bumbu-bumbu tradisional dan santan kelapa, menghasilkan kuah kental dengan rasa gurih yang khas.
Menurut informasi dari buku menu Warung Bu Ageng, sesungguhnya menu ini adalah ayam panggang, tetapi karena pada masanya penjual berkeliling sambil bersuara sengau—dengan nada khas pedagang tradisional dari Klaten—maka sajian ini lebih populer disebut “Eyem Penggeng.”
Sebutan unik ini kemudian dipopulerkan oleh budayawan Umar Kayam, sehingga sampai sekarang orang lebih akrab menyebutnya Eyem Penggeng ketimbang ayam panggang.

Pantai Parangtritis – Mud Mode dan Tarmac Mode

Yogyakarta bukan cuma soal Merapi di Utara, tapi juga Pantai Selatan. Hubungan ini juga dipahami sebagai simbol keselarasan.
Karena Destinator mengusung format 3-row, kami pun mengisi mobil ini dengan tujuh orang penumpang dewasa. Masing-masing baris kursi memberikan kenyamanan bagi penumpang. Utamanya untuk ruang kaki dan kelapa. Ruang penyimpanan untuk cup holder hingga dermaga pengisian daya juga tersedia di tiap baris kursi.
Perjalanan pun berlanjut ke selatan, menuju Pantai Parangtritis. Sepanjang rute kami kagum dengan aspal yang mulus, kesempatan sempurna mengaktifkan Tarmac Mode.
“Ini enak banget tenaganya, responsif, handling-nya juga,” begitu respons rekan saya begitu mencoba Mode Tarmac.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Mode berkendara Tarmac pada Mitsubishi Destinator dirancang untuk menghadirkan performa maksimal di jalan aspal, dengan respons mesin lebih agresif dan handling yang presisi. Teknologi ini mengadopsi warisan dari mobil reli legendaris Mitsubishi Lancer Evolution, sehingga memberikan sensasi berkendara yang sporty dan bertenaga.
Sesampainya di tepi pantai, kami sengaja mencoba jalur berpasir ringan. Mud Mode diaktifkan, dan mobil melaju mantap tanpa khawatir terjebak.
Di sini kami menyaksikan warga sekitar yang asyik memancing, sementara anak-anak riang bermain ombak. Tak jauh dari situ, rombongan wisatawan domestik terlihat seru menjajal wahana jip yang lalu-lalang di sekitar pantai.
Perjalanan Eco Journey Jakarta-Yogyakarta bersama Mitsubishi Destinator. Foto: kumparan
Dua hari perjalanan ini menegaskan satu hal: Mitsubishi Destinator bukan sekadar SUV family, melainkan teman yang bisa diandalkan di berbagai kondisi. Dari jalan tol Trans Jawa yang panjang, jalan berbatu di Kali Talang, hujan yang licin, hingga pasir di Parangtritis, semuanya dilalui mulus berkat kombinasi mesin turbo bertenaga, lima mode berkendara adaptif, dan fitur-fitur pintar.
Kabin yang nyaman, hiburan audio kelas konser, serta detail kecil seperti ambient lighting membuat perjalanan panjang terasa singkat. Sementara fitur keselamatan Diamond Sense memastikan keamanan di setiap kilometer.
Akhirnya, perjalanan Jakarta – Yogyakarta kali ini bukan sekadar road trip, melainkan pengalaman penuh cerita bersama Mitsubishi Destinator yang versatile.
Oiya, bagi Anda yang penasaran dengan hasil pengujian single tank challenge kumparan Eco Journey, berikut detilnya:

Berbasis MID

Rute perkotaan: Konsumsi: 13,5 km/l
Rute Pasar Minggu – KM 130: Konsumsi: 16,6 km/l

Metode Full-to-Full

Data uji: menempuh 604,5 km dengan kapasitas tangki penuh 45 liter
Konsumsi: 13,4 km/l.