PPnBM dan BBnKB Nol Persen, Harga Mobil LCGC Bisa Cuma Rp 90 Jutaan

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beberapa unit test New Daihatsu Sigra terpakir di Stasiun Kereta Api Bandung. Foto: Daihatsu
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa unit test New Daihatsu Sigra terpakir di Stasiun Kereta Api Bandung. Foto: Daihatsu

Wacana pajak mobil baru nol persen, tinggal menunggu persetujuan Kementerian Keuangan. Ini diharap mampu menstimulus industri otomotif.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyebut, pembebasan pajak mobil baru diharapkan mampu merangsang daya beli konsumen.

Berdasarkan perhitungannya, harga bisa lebih rendah 30-40 persen dibandingkan harga saat ini. Namun, penurunan tersebut bisa didapat bila instrumen pajak seperti PPN, PPnBM, BBN KB dan PKB, nol persen.

Simulasi PPnBM dan BBNKB nol persen

Nah, kumparan coba menghitung sejumlah harga mobil baru ketika sejumlah pajak direlaksasi menjadi nol persen.

Honda Brio Satya. Foto: dok. HPM

Hanya saja instrumen yang diambil hanya PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).

Ini realistis, karena akan sulit bila keempat instrumen tersebut dipangkas habis. Paling tidak pembeli hanya menanggung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemerintah juga masih butuh pemasukan.

Harga mobil LCGC bisa jadi Rp 90 jutaan

Contohnya kita unit yang paling murah dari semua model, Daihatsu Ayla 1.0 D M/T. Berapa harga yang bisa didapat konsumen bila PPnBM dan BBNKB-nya dipangkas?

Harga OTR Ayla 1.0 D M/T saat ini Rp 102.150.000. Model ini, berdasarkan Permendagri Nomor 8/2020, punya NJKB (nilai jual kendaraan bermotor) Rp 74.000.000 dan koefisien bobot 1,050. Dan didapat DPP-nya (dasar pengenaan pajak) Rp 77.700.000 (NJKB x koefisien bobot).

Hitung PPnBM Tarif PPnBM (LCGC 0 persen) x DPP 0 persen (lihat tabel) x (Rp 74.000.000 x 1,050) 0 % x Rp 77.700.000 Hasilnya Rp 0

Hitung BBNKB Tarif BBNKB Penyerahan I x DPP 12,5 persen (DKI Jakarta) x (Rp 74.000.000 x 1,050) 12,5 persen x Rp 77.700.000 Hasilnya Rp 9.712.500

Totalnya PPnBM dan BBNKB; Rp 0 + Rp 9.712.500 = Rp 9.712.500

Jadi harga Ayla 1.0 D M/T dengan harga OTR saat ini Rp 102.150.000, bila dikurangi Rp 9.712.500 bisa menjadi Rp 92.437.500

Lalu bagaimana dengan mobil LCGC lainnya? Di sini kumparan hanya mengambil tipe terendah dan tertinggi saja dari tiap model.

Berikut lengkapnya:

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 15 data

LCGC (Tipe terendah dan tertinggi)
Harga OTR saat ini
Harga setelah dikorting pajak
Ayla 1.0 D M/T
Rp 102.150.000
Rp 92.437.500
Ayla 1.2 R Deluxe A/T
Rp 159.900.000
Rp 145.068.750
Sigra 1.0 D M/T
Rp 119.500.000
Rp 108.212.500
Sigra 1.2 R A/T Deluxe
Rp 162.250.000
Rp 147.156.250
Agya 1.0 G M/T
Rp 143.800.000
Rp 130.281.250
Agya 1.2 G A/T TRD
Rp 169.290.000
Rp 153.277.500
Calya 1.2 E STD M/T
Rp 144.550.000
Rp 130.637.500
Calya 1.2 G A/T
Rp 165.850.000
Rp 149.575.000
Brio Satya S M/T
Rp 146.000.000
Rp 131.825.000
Brio Satya E CVT
Rp 170.100.000
Rp 153.431.250

1 - 10 dari 15 baris