Otomotif15 September 2020 8:04

PSBB Jakarta Berlaku, Bagaimana Aturan Naik Taksi Online?

Konten Redaksi kumparan
PSBB Jakarta Berlaku, Bagaimana Aturan Naik Taksi Online? (628886)
Ilustrasi Taksi Online. Foto: Thinkstock
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat di Ibukota mulai Senin (14/9).
ADVERTISEMENT
Pada PSBB Ketat jilid 2 ini, mobilitas warga DKI Jakarta kembali dibatasi lagi. Mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2020, masyarakat DKI Jakarta hanya diperbolehkan berpergian keluar rumah, apabila bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, ke fasilitas kesehatan, serta bekerja di 11 bidang usaha esensial yang diperbolehkan tetap buka.
Meskipun mobilitas warga dibatasi, Pemprov DKI Jakarta rupanya tidak melarang operasional transportasi umum taksi, baik itu berbasis aplikasi atau non aplikasi selama PSBB Ketat berlaku.
PSBB Jakarta Berlaku, Bagaimana Aturan Naik Taksi Online? (628887)
Ilustrasi Taksi di Bandara. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan taksi online atau taksi berpelat kuning, untuk berkegiatan yang sesuai dengan Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tersebut.
Hanya saja, masyarakat tidak bisa sembarangan dalam menggunakannya, ada berbagai aturan yang wajib dipahami terutama menyoal kapasitas duduk.
ADVERTISEMENT
Nah, bagi Anda yang belum tahu seperti apa aturan mengenai kapasitas duduk di taksi online dan taksi konvensional, berikut kumparan sajikan informasinya.
PSBB Jakarta Berlaku, Bagaimana Aturan Naik Taksi Online? (628888)
Penumpang turun dari taksi daring yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, dijelaskan bahwa setiap taksi atau angkutan sewa khusus berkursi tidak boleh diisi penuh sesuai kapasitas kursinya.
Khusus untuk taksi online atau taksi konvensional dengan mobil berkonfigurasi 2 baris, hanya boleh diisi maksimal 3 orang saja. Dengan rincian 1 pengemudi di baris pertama, dan 2 penumpang di baris kedua.
Sementara untuk taksi online atau taksi konvensional yang menggunakan mobil berkonfigurasi 3 baris, hanya diperbolehkan diisi maksimal 4 orang saja. Dengan rincian 1 pengemudi di baris pertama, 2 penumpang di baris kedua dan 1 penumpang lagi di baris ketiga.
PSBB Jakarta Berlaku, Bagaimana Aturan Naik Taksi Online? (628889)
Penumpang turun dari taksi daring yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Penumpang taksi online dan konvensional wajib pakai masker

Selain harus memperhatikan kapasitas tempat duduk, para pengguna taksi online dan konvensional juga diwajibkan mematuhi berbagai protokol kesehatan ketat, seperti mengenakan masker.
ADVERTISEMENT

Kendaraan taksi online dan konvensional wajib disinfeksi

Sementara untuk para pengemudi atau penyedia layanan taksi online dan taksi konvensional itu sendiri, juga diwajibkan untuk rutin melakukan disinfeksi kendaraannya secara berkala.
Hal itu tercantum dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Pasal 14 Ayat 7 Poin C, berikut lengkapnya.
'Angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut, yakni melakukan disinfeksi secara berkala moda transportasi yang digunakan'.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)