Sayonara Honda Odyssey!

18 Juni 2021 6:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Honda Odyssey Facelift. Foto: dok. Honda
zoom-in-whitePerbesar
Honda Odyssey Facelift. Foto: dok. Honda
ADVERTISEMENT
Honda memutuskan untuk menutup pabrik Sayama di Prefektur Saitama. Buntutnya adalah, pensiunnya mobil-mobil yang dirakit di sana, seperti Honda Odyssey, Legend dan Clarity.
ADVERTISEMENT
Berita tutup pabrik sebenarnya sudah beredar pada Maret 2021 lalu, seperti dikutip Bestcarweb.jp. Pabrikan kemudian menginformasikan kepada diler untuk mengatur penjualan dengan penyesuaian produksi.
Namun sayangnya, mengutip Nikkei, Honda tak berencana untuk merelokasi produksi mobil mereka ke pabrik lain. Artinya, eksistensi ketiga mobil tersebut akan berakhir.
Penutupan pabrik akan dilakukan pada penghujung tahun fiskal 2021, yang berakhir pada bulan Maret 2022.
Ya padahal, Honda Odyssey baru saja mengalami penyegaran pada November 2020 lalu. Sementara untuk pasar Indonesia baru diperkenalkan pada Februari 2021.
Honda Odyssey mendapat sedikit pembaruan pada wajah, kemudian penyematan paket fitur canggih Honda Sensing, yaitu Adaptive Cruise Control (ACC), Collision Mitigation Braking System (CMBS), Road Departure Mitigation (RDM), Lane Keep Assist System (LKAS) dan Auto High Beam (AHB).
Honda Odyssey Foto: dok. Honda Prospect Motor
Mobil MPV mewah Honda ini pertama kali diluncurkan pada 1994 sebagai minivan Jepang. Dan berperan penting membantu Honda bangkit dari keterpurukan bisnis.
ADVERTISEMENT
Odyssey akhirnya melejit dan terjual 126.000 unit pada tahun 1995. Namun ketiga Odyssey memutuskan masuk ke segmen kelas atas, dia berkompetisi dengan Toyota Alphard, dan kurang beruntung.
Mengkonfirmasi hal ini, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy mengiyakannya. Namun dirinya menyebut pihaknya masih menjualnya saat ini. Sebelumnya Billy menyatakan, Odyssey di Indonesia direspons sangat positif.
"Benar Honda Odyssey adalah salah satu dari beberapa produk yang dihentikan produksinya di Jepang," ucapnya.