Otomotif
·
3 Februari 2021 11:09

Seseorang Punya Penyakit Bawaan Masih Boleh Mengemudi Mobil?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Seseorang Punya Penyakit Bawaan Masih Boleh Mengemudi Mobil? (62564)
searchPerbesar
Ilustrasi serangan jantung saat mengemudi Foto: dok. Discovery
Mengemudi mobil tidak hanya sekadar memerlukan keterampilan, namun juga dibutuhkan kondisi fisik yang prima.
ADVERTISEMENT
Karena itu, memahami kondisi fisik tubuh sebelum mengemudi, jadi satu hal yang penting dan wajib dilakukan. Hal itu berguna untuk menghindari pengemudi kelelahan yang bisa saja jadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Memahami kondisi fisik diri itu sangat penting bagi pengemudi, ini bisa jadi indikator awal masih layak atau tidaknya fisik dia buat mengemudi. Jangan sampai dia sudah tahu kondisinya tidak memungkinkan tapi tetap nekat nyetir. Ini bisa fatal, apalagi buat yang punya penyakit bawaan,” ujar dr. Rusdy M.Kes, kepada kumparan, Selasa (2/2).
Lebih lanjut, dokter Rusdy, juga mengatakan seseorang yang punya penyakit bawaan, sebenarnya masih diperbolehkan mengemudi. Hanya saja, ada beberapa batasan yang wajib diperhatikan.
“Kalau benar-benar dilarang 100 persen (mengemudi) sebenarnya tidak ya, tapi balik lagi ke kondisi fisik orang itu dan situasinya seperti apa. Karena contoh misal seseorang yang punya riwayat penyakit jantung, itu masih boleh menyetir selama kondisi fisiknya memang fit dan si penyakitnya itu juga terjaga. Tapi kalau yang sudah benar-benar parah sekali, lalu fisiknya juga sangat lemah, ini jelas dilarang,” beber Dokter Rusdy.
Seseorang Punya Penyakit Bawaan Masih Boleh Mengemudi Mobil? (62565)
searchPerbesar
Ilustrasi serangan jantung saat mengemudi Foto: Shutter Stock
Meskipun masih diperbolehkan, pengemudi yang punya penyakit bawaan seperti jantung, asma, epilepsi, atau sejenisnya, sangat disarankan untuk tidak mengemudi dengan jarak yang jauh dan durasi yang lama.
ADVERTISEMENT
“Khawatirnya kalau dia mengemudi misal Jakarta - Surabaya yang memakan waktu berjam-jam, kondisi fisik tubuhnya akan lebih cepat lelah. Hal itu lah yang bisa saja jadi pemicu ke penyakit bawaannya. Tapi kalau mengemudinya cuma dari rumah ke kantor atau ke mall sih tidak masalah,” ucap Dokter Rusdy.
Selain itu, pengemudi yang punya penyakit bawaan juga harus memahami gejala apa saja yang akan timbul apabila penyakit bawaannya mulai kambuh atau kondisi fisik mulai drop. Ini penting sebagai langkah pencegahan awal sebelum kondisi memburuk yang bisa jadi pemicu kecelakaan lalu lintas.
“Makanya dia juga harus paham kondisi tubuhnya itu ketika mengemudi seperti apa sih. Misal buat yang punya penyakit jantung, kalau dia sudah merasa dadanya sakit, terus sesak, sebaiknya segera parkir kendaraan di tempat aman lalu cari taksi atau pertolongan untuk segera ke rumah sakit. Jangan memaksa terus mengemudi,” tutur Dokter Rusdy.
Seseorang Punya Penyakit Bawaan Masih Boleh Mengemudi Mobil? (62566)
searchPerbesar
Posisi mengemudi Toyota Corolla Cross. Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Dengan memahami beberapa hal itu, diharapkan para pengemudi jadi lebih paham dan peduli terhadap kondisi fisik tubuhnya. Sebab, yang mengetahui seperti apa kondisi fisik tubuh seseorang, hanyalah orang itu sendiri.
ADVERTISEMENT
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020